Flash News
No posts found

“Pengunjung Dan Pengangkut Barang, Tak Lagi Bersitegang…”

Salah satu los pasar Rembang yang baru selesai direhab.

Salah satu los pasar Rembang yang baru selesai direhab.

Rembang – Penataan los pedagang lesehan di bagian dalam pasar kota Rembang, belum mampu menampung pedagang yang selama ini berjualan di luar pasar, terutama sebelah utara.

Kepala UPT Pasar Kota Rembang, Bambang Budi Suharto menjelaskan penataan los tersebut tidak menambah luas area berjualan, namun
bertujuan untuk merombak bangunan lama, supaya lebih representatif.

Meski demikian masalah pedagang di luar pasar tetap akan dipecahkan bersama sama dengan Satpol PP dan Dishubkominfo. Menurutnya bukan semata mata keterbatasan tempat berjualan, tapi sering kali dipicu pendapat berdagang di luar pasar lebih menjanjikan dari sisi penghasilan.

Bambang menyebutkan penataan los menghabiskan dana Rp 172 juta. Sejauh ini pihaknya belum berencana menaikkan retribusi pedagang. Rata rata masih berkisar antara Rp 500 – 1.000 per hari. Tapi kemungkinan awal bulan Desember nanti, akan ada penyesuaian besaran retribusi.

Seorang penjual semangka di dalam Pasar Rembang, Chumaedi mengungkapkan setelah atap dan tiang lapak berjualan ditata, tentu tak perlu cemas lagi saat turun hujan deras. Selain itu lalu lintas keluar masuk barang menjadi semakin lancar. Ia mencontohkan dulu sering ada pengangkut semangka bersitegang dengan pengunjung pasar, gara gara saling bertubrukan.

Hanya saja pedagang asal desa Tlogomojo Kec. Rembang Kota ini menyoroti masih banyaknya penjual di luar pasar, sehingga kerap menimbulkan kecemburuan. Biasanya calon pembeli memilih datang ke tempat yang dekat, daripada harus susah susah masuk pasar.

Menurutnya semua butuh ketegasan, konsistensi dan solusi. Kalau ada kemauan keras untuk menertibkan, disertai tempat pengganti, pasti lambat laun kesemrawutan itu bisa diatasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *