Flash News
No posts found

Rembang Masih Butuh Tambahan 1 Atau 2

Karena kepanasan, seorang pasien di rumah sakit dr R Soetrasno Rembang memilih keluar kamar, belum lama ini. Kab. Rembang masih butuh tambahan rumah sakit.

Karena kepanasan, seorang pasien di rumah sakit dr R Soetrasno Rembang memilih keluar kamar, belum lama ini. Kab. Rembang masih butuh tambahan rumah sakit.

Lasem – Sebuah rumah sakit menurut rencana akan didirikan di desa Tasiksono Kec. Lasem.
BMT Bus, salah satu pelaku usaha koperasi di Lasem sudah menyampaikan usulan tersebut kepada Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii mengaku sudah mendengar informasi itu. Pihaknya siap membantu memberikan saran saran, karena persyaratan pendirian rumah sakit sangat banyak.

Jika dihitung jumlah warga Kab. Rembang mencapai 600 ribu orang lebih, tambahan rumah sakit masih dibutuhkan. Sekarang rumah sakit dr R Soetrasno baru mampu menyediakan 250 tempat tidur, sedangkan RSI Arafah Tritunggal sekira 50 tempat tidur. Dengan rasio jumlah penduduk, idealnya terdapat 600 tempat tidur, sehingga memungkinkan ada 1 atau 2 rumah sakit lagi.

Ali Syofii menambahkan untuk sementara Dinas Kesehatan masih menjadikan Puskesmas Kragan II di pinggir jalur Pantura desa Plawangan Kec. Kragan sebagai Puskesmas. Pihaknya tak mau buru buru mengubah statusnya menjadi rumah sakit, karena fungsi Puskesmas lebih luas dalam melayani masyarakat dan tidak bisa dijalankan oleh rumah sakit. Kalaupun kelak dijadikan rumah sakit, musti ada Puskesmas penggantinya dulu.

Ahmad Makruf, seorang warga desa Pandangan Kulon Kec. Kragan menuturkan mau Puskesmas atau Rumah Sakit, sebenarnya masyarakat tidak terlalu mempermasalahkan, asalkan pelayanan memuaskan.

Ia menilai akses pelayanan kesehatan bagi warga di sepanjang jalur Pantura cukup mudah. Makruf berpendapat sebaiknya Pemkab Rembang mengarahkan pembangunan rumah sakit di Jl Rembang – Blora. Rumah sakit akan lebih bermanfaat menangani warga pelosok pedesaan di wilayah selatan, sehingga tak perlu lagi ke Rumah Sakit Blora untuk berobat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *