Flash News
No posts found

Dulu Membela, Kini Berseteru

Surat aduan Darmawan Budiharto ke Polres Rembang. (gambar atas) Press release yang ditulis oleh Agus Supriyanto, menjadi babak awal perseteruan dengan penasehat hukumnya.

Surat aduan Darmawan Budiharto ke Polres Rembang. (gambar atas) Press release yang ditulis oleh Agus Supriyanto, menjadi babak awal perseteruan dengan penasehat hukumnya.

Rembang – Pengacara yang berkantor di Jl Pemuda Rembang, Darmawan Budiharto, hari Senin (03 November 2014) melaporkan mantan Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Agus Supriyanto, karena tuduhan pencemaran nama baik.

Darmawan sebelumnya merupakan penasehat hukum Agus Supriyanto, dalam persidangan kasus korupsi dana percepatan pembangunan infrastruktur daerah (PPID) di Pengadilan Tipikor Semarang, beberapa waktu lalu.

Darmawan Budiharto mengatakan dirinya tidak terima terhadap tulisan Agus Supriyanto yang pernah disebarkan ke media cetak maupun elektronik. Dalam tulisan tersebut, ia dianggap selama 13 kali persidangan, hanya hadir 5 kali. Menurutnya lebih dari 5 kali. Itupun ketika berhalangan hadir, sudah memberitahu secara lisan, lewat pesan pendek sms. Kebetulan ada jadwal sidang di lokasi lain.

Kemudian juga muncul tuduhan ia pernah bertemu dengan Bupati Rembang Non Aktif, Moch. Salim, sehingga kliennya menaruh rasa curiga. Lagi lagi Darmawan membantah. Karena merasa namanya tercemar, Darmawan memutuskan untuk menempuh jalur hukum.

Darmawan berharap Polres Rembang memproses Agus Supriyanto. Tentu harus menunggu yang bersangkutan bebas, lantaran sampai saat ini masih di dalam Lembaga Pemasyarakatan Kedungpane Semarang.

Sebelumnya, isteri Agus Supriyanto, Herlin Murti Astuti mengaku kecewa terhadap penasehat hukum Darmawan Budiharto.

Dulu menganggap Darmawan mampu mengawal proses persidangan, tapi ternyata tidak memuaskan. Apa yang ditulis suaminya, sebatas memberikan pemahaman kepada masyarakat, supaya berhati hati memilih penasehat hukum.

Untuk menegakkan kode etik advokat, keluarga Agus Supriyanto bahkan melaporkan Darmawan Budiharto kepada organisasi Persatuan Advokat Indonesia (Peradi) di Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *