Flash News
No posts found

Habis, Ambil Dana Tak Terduga

Warga di Kec. Kaliori berebut bantuan air bersih, baru baru ini. Pemkab Rembang kehabisan anggaran bantuan air bersih, sehingga musti mengambil dana tak terduga.

Warga di Kec. Kaliori berebut bantuan air bersih, baru baru ini. Pemkab Rembang kehabisan anggaran bantuan air bersih, sehingga musti mengambil dana tak terduga.

Rembang – Karena dana droping air di instansi Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) sebesar Rp 200 juta sudah habis, Pemerintah Kabupaten Rembang akhirnya memutuskan untuk mengambil dana tak terduga.

Kepala Seksi Logistik BPBD Rembang, Ahmad “Ayub” Makruf menjelaskan pihaknya bersama instansi terkait, hari Senin (03 November 2014) dipanggil ke ruangan Sekretaris Daerah, membahas masalah tersebut.

Menurut rencana dana tak terduga akan digelontorkan sekira Rp 57.500.000, untuk pengadaan bantuan air sebanyak 500 tangki. Kebetulan bantuan air dari Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) I Pati, baru selesai Sabtu pekan ini, sehingga mulai Senin pekan depan sudah memakai dana tak terduga.

Ahmad “Ayub” Makruf menambahkan yang mengelola dana tak terduga adalah Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (DPPKAD). Tentu BPBD akan intensif berkoordinasi.

Yang membedakan nantinya setiap pengajuan bantuan air bersih dari desa, tidak hanya mengirimkan surat permohonan saja, namun musti dilampiri dengan surat pernyataan desa, bahwa benar benar mengalami kekeringan.

Sampai awal bulan November, 61 desa di Kab. Rembang telah meminta bantuan air bersih. Selain itu, ada 2 Masjid, masing masing Masjid Gunem dan Masjid Rembang Kota, kemudian dua sekolah yakni SMP N III Kragan dan SMP N I Kaliori, juga mengirimkan surat permohonan.

Sekretaris Daerah Rembang, Hamzah Fathoni menyampaikan pencairan dana tak terduga untuk mengatasi bencana kekeringan, sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri No 13 Tahun 2006. Hamzah mendorong supaya perusahaan swasta di Kab. Rembang juga ikut peduli, menyalurkan bantuan air ke desa desa yang mengalami kekeringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *