Flash News
No posts found

Ratusan Nelayan Tertahan Di Masalembo, Siapkan Penjemputan

Daftar nama kapal Kab. Rembang yang ditahan di Kepulauan Masalembo. (gambar atas) suasana pertemuan di kantor Dinas Kelautan Dan Perikanan.

Daftar nama kapal Kab. Rembang yang ditahan di Kepulauan Masalembo. (gambar atas) suasana pertemuan di kantor Dinas Kelautan Dan Perikanan.

Rembang – Perwakilan Pemkab Rembang bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), aparat dan pemilik kapal siap berangkat ke Kepulauan Masalembo, Kab. Sumenep, Jawa Timur, untuk menangani penangkapan 15 kapal beserta 375 orang anak buah kapal (ABK) asal Kab. Rembang, karena diduga melanggar jalur tangkapan ikan.

Rinciannya 12 kapal berasal dari Kec. Sarang, sedangkan 3 kapal dari Kec. Kragan. Sampai Hari Senin (03 November 2014) kapal masih ditahan oleh aparat dan nelayan juga diamankan, sehingga sangat meresahkan keluarga nelayan di sini.

Menyikapi penangkapan tersebut, sejumlah pihak menggelar rapat koordinasi di kantor Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab. Rembang, Senin pagi.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kab. Rembang, Muslim mengaku heran dengan sikap nelayan Masalembo. Mereka berpedoman kapal kapal nelayan Jawa Tengah dilarang memasuki kawasan laut berjarak 30 mil dari pulau terdekat. Hal itu menjadi semacam kearifan lokal yang mereka pertahankan. Padahal dalam aturan Undang Undang dan Peraturan Menteri secara tegas menyebutkan di atas jarak 12 mil dari pulau terdekat, nelayan bebas menangkap ikan.

Menurut Muslim, negara tidak boleh kalah dengan sekelompok masyarakat, karena Undang Undang berlaku untuk seluruh wilayah Indonesia.

Heri, Kepala Desa Karangmangu Kec. Sarang yang ikut hadir dalam pertemuan berpendapat Pemkab Rembang harus segera menyelamatkan ratusan nelayan Kab. Rembang di Pulau Masalembo. Selain itu hasil tangkapan ikan juga perlu ditangani, karena jika kelamaan ditahan, sudah pasti akan membusuk.

Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab. Rembang, Suparman menyatakan kedepan perlu ketegasan regulasi, supaya aparat mempunyai dasar yang jelas, sebelum menangkap nelayan. Apabila dibiarkan, rawan memicu konflik antar nelayan.

Untuk berangkat ke Masalembo, apabila ditempuh melalui jalur laut dari Sarang, membutuhkan waktu dua hari semalam. Tapi ada pula kapal perintis, berangkat tiap hari Sabtu dari Sumenep.
Pihaknya menunggu kepastian kabar, kapan bisa diterima. Instansi terkait di sana juga masih berembug. Yang jelas, kondisi nelayan Rembang sehat.

Suparman menghimbau nelayan Kab. Rembang lebih waspada, ketika menangkap ikan di sekitar Masalembo. Sebaiknya agak jauh, daripada dipermasalahkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *