Flash News
No posts found

Bentor Tabrak Gapura, Polisi Enggan Disalahkan

Anggota Satlantas Polres Rembang menggelar operasi di jalur Pantura.

Anggota Satlantas Polres Rembang menggelar operasi di jalur Pantura.

Kragan – Seorang pengendara becak motor (bentor) menabrak gapura masuk desa Sumbergayam Kec. Kragan, karena takut ditangkap polisi saat ada giat operasi, Senin siang.

Korban bernama Sukartono (60 tahun), warga desa Plawangan Kec. Kragan. Waktu itu ia mengendarai becak motor melintasi jalur Pantura. Saat mengetahui operasi, Sukartono buru buru masuk ke dalam perkampungan. Diduga ada polisi yang mengejar, membuatnya semakin gugup. Tak berselang lama, becak motor menabrak gapura desa Sumbergayam. Korban menderita luka di dekat mata kiri. Warga sekitar lokasi kejadian, kemudian membawanya berobat ke Puskesmas Kragan II. Sukartono mengaku memang salah, karena menggunakan becak motor untuk mengangkut penumpang.

Kepala Urusan Pembinaan Dan Operasional Satuan Lalu Lintas Polres Rembang, Iptu Haryanto menjelaskan selain becak motor, di sepanjang jalur Pantura Kragan – Sarang, biasa dijumpai sepeda motor roda tiga. Kalau digunakan mengangkut barang, tidak masalah.

Belakangan pernah disepakati, bisa mengangkut penumpang, asalkan diatas pukul satu siang, supaya awak angkutan resmi juga tetap bisa bekerja mencari penghasilan. Namun hal itu sering dilanggar. Operasi merupakan salah satu cara mengurangi pelanggaran. Tiap kali tim razia datang, pasti pengendara sepeda motor roda tiga dan becak motor langsung berhamburan melarikan diri. Selama operasi, Iptu Haryanto menjamin dilakukan sesuai prosedur.

Begitu tertangkap, kendaraan dibawa ke Makolantas. Selesai persidangan, atap rumah rumahan untuk peneduh penumpang wajib dipotong, sebelum kendaraan dibawa pulang oleh pemiliknya. Manakala terjadi kecelakaan gara gara takut terjaring operasi, menurutnya polisi tak bisa disalahkan.

Usai peristiwa becak motor menabrak gapura, puluhan warga desa Sumbergayam Kec. Kragan sempat berkumpul.

Mereka menghalau polisi, jangan mengamankan barang bukti becak motor. Darmani, salah satu warga berpendapat anggota Satlantas sah sah saja menegakkan aturan. Namun harus tetap mempertimbangkan keselamatan. Mengejar sampai ke perkampungan, apalagi pengendara sudah lanjut usia, menurutnya kurang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *