Flash News
No posts found

“Keluarga Terus Menangis, Berharap Tak Ada uang Tebusan…”

Dua orang asal Kragan ini lemas, karena kapalnya disandera oleh nelayan Masalembu.

Dua orang asal Kragan ini lemas, karena kapalnya disandera oleh nelayan Masalembu.

Sarang – Para pemilik kapal dari Kab. Rembang berencana berangkat ke Pulau Masalembu Kab. Sumenep Jawa Timur, Selasa malam (04 November 2014), sehabis waktu Isya.

Tujuannya hanya satu yakni membebaskan 15 kapal asal Kec. Kragan dan Kec. Sarang beserta 375 orang anak buah kapal, yang disandera oleh nelayan di Pulau Masalembu, karena tuduhan melanggar jalur penangkapan ikan.

Sami’an, pemilik kapal Ronggowarsito dan Lohjinawe dari Sarang mengatakan selain pemilik kapal, sebaiknya juga harus didampingi aparat Satpolair, Syahbandar dan perwakilan pemerintah. Untuk berangkat ke sana, melewati jalur Surabaya – Sumenep – Penyeberangan Kalianget, baru sampai Masalembu. Setiap pemilik kapal iuran Rp 1 juta, untuk biaya transportasi.

Sementara itu, Sukarji, pemilik kapal Safinatul Coir, warga desa Karanganyar Kec. Kragan menuturkan kapalnya diawaki 20 orang, dari desa Pangkalan Kec. Sluke, sekitar Kragan, bahkan ada pula warga Tambakboyo Tuban Jawa Timur.

Keluarga nelayan terus terusan menangis, khawatir nantinya nelayan tak terurus di Masalembu. Sukarji menambahkan pembebasan kapal dan ABK nya, sering kali harus menggelontorkan uang tebusan. Dulu saat kapal Pati tertangkap di Masalembu, kabarnya mereka mengeluarkan uang Rp 75 juta per kapal. Tapi Sukarji berharap hal itu tidak terjadi, karena ia yakin kapalnya tidak melanggar jalur penangkapan ikan, berdasarkan aturan Undang Undang.

Komandan Pos Angkatan Laut Rembang, Lettu Hartono menuturkan pihaknya meminta bantuan anggota TNI Angkatan Laut maupun kepolisian di Masalembu, untuk memastikan tidak ada aksi anarkis, supaya nelayan dan kapal dari Kab. Rembang selamat, bisa kembali pulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *