Flash News
No posts found

Nilai Kerugian Fantastis, Pemilik Kebun Jati Dikantongi

Anggota Polsek Lasem, Selasa siang melintas di dekat bangkai truk yang terbakar.

Anggota Polsek Lasem, Selasa siang melintas di dekat bangkai truk yang terbakar.

Lasem – Kebakaran truk fuso mengangkut roti wafer Tango di jalan raya perbatasan Kec. Lasem dengan Pancur, diperkirakan nilai kerugiannya mencapai Rp 900 juta.

Hal itu dihitung dari harga truk sebesar Rp 500 juta dan muatan roti Rp 400 juta. Kapolsek Lasem, Iptu Muhammad Syuhada menuturkan pihaknya sudah bertemu dengan perwakilan pemilik barang, pasca kebakaran. Menurut rencana wafer akan dikirim ke Surabaya.

Lalu siapa pihak yang paling bertanggung jawab ? Iptu Muhammad Syuhada menambahkan sopir memarkir truknya di bahu jalan seperti itu, memang tidak dibenarkan. Namun polisi fokus mendalami siapa pelaku yang membakar daun kering di lahan kebun jati, hingga merembet dan meludeskan truk beserta muatannya. Berdasarkan pasal 188 KUHP, kelalaian seseorang yang bisa mengakibatkan kebakaran, diancam hukuman penjara paling lama satu sampai dengan lima tahun.

Selasa siang (04 November 2014), aparat Polres Rembang menggelar identifikasi di lokasi kejadian. Tim Forensik Polda Jawa Tengah, juga siap membackup, untuk memastikan penyebab kebakaran. Kalau penyelidikan selesai, truk baru bisa dievakuasi, dengan menggunakan armada crane.

Hasil penggalangan informasi, kebun pohon jati tersebut diduga milik Almarhum Nurwiyanto, warga desa Pancur Kec. Pancur. Polisi tengah menelusuri siapa pemilik terakhir atau seseorang yang biasa merawat, guna mengerucutkan identitas pelaku pembakaran. Sementara itu, api masih membakar tumpukan roti Selasa pagi. Regu pemadam kebakaran Pemkab Rembangpun kembali datang, menyemprotkan air.

Sebagaimana kami beritakan sebelumnya, Senin sekira pukul 11 siang, sebuah truk fuso bermuatan 14 ton roti wafer tango ludes terbakar. Sumber api berasal dari pembakaran daun kering di tengah kebun jati, sebelah selatan truk. Saat peristiwa berlangsung, sang sopir, Supangat, warga desa Polandak Kec. Pancur pulang untuk istirahat.

1 Komentar

  1. Orang Desa

    Kasihan pemilik atau perawat kebun atau orang yang membakar lahan tersebut jika nantinya dijadikan tersangka.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *