Flash News
No posts found

Terkatung Katung, Pilih Umumkan Terbuka

Pasar Sluke masih semrawut, setelah lama tak kunjung dirombak.

Pasar Sluke masih semrawut, setelah lama tak kunjung dirombak.

Sluke – Karena revitalisasi Pasar Sluke cukup lama terkatung katung, akhirnya panitia memilih mengumumkan kesempatan kepada para investor secara terbuka. Siapa nantinya yang dianggap layak, akan ditetapkan untuk meneruskan pembangunan Pasar Sluke.

Ketua tim pencari investor Pasar Sluke, Danuri menjelaskan sebenarnya proses pemerataan lahan di belakang pasar, sudah dimulai sejak awal tahun 2013 lalu. Kala itu kepanitiaan dibubarkan, kemudian diganti panitia baru. Bahkan sempat terjadi aksi blokade, warga memasang pagar bambu di sebelah barat, memprotes nasib uang setoran pedagang.

Belakangan memang desa mengklaim telah memperoleh calon investor. Namun dianggap tidak memenuhi kualifikasi, sehingga akhirnya dibatalkan. Maka pihaknya berinisiatif membuka lebar lebar peluang bagi investor. Bagi yang berminat, dipersilahkan mendaftarkan diri pada tanggal 7 – 8 November 2014.

Nantinya investor akan diseleksi ketat. Mulai dari profilnya, kelengkapan dokumen administrasi, alamat kantor maupun kesiapan sarana pendukung proyek pembangunan.

Danuri menambahkan berdasarkan perhitungan, revitalisasi Pasar Sluke menelan anggaran Rp 6 miliar. Kalau ada perubahan, pasti akan segera disosialisasikan kepada masyarakat, terutama pedagang. Ia sebatas berharap pasar yang kondisinya sudah tidak layak itu, dirombak menjadi lebih baik, guna meningkatkan jumlah pembeli.

Camat Sluke, Mardiyanto meminta setiap kebijakan diputuskan melalui musyawarah desa, agar tidak saling menyalahkan dikemudian hari. Yang harus diutamakan adalah kepentingan umum. Jangan ada sedikitpun tercampur oleh misi pribadi atau kelompok, karena akan mempersulit pembangunan.

Mardiyanto juga menyarankan sebaiknya panitia dan pemerintah desa bersama sama melakukan studi banding ke Pasar Sumber atau Sedan.

Hal itu bisa membuka pengalaman, bagaimana cara memilih investor, sistem pembayaran pedagang dan kelanjutan pengelolaan pasar pada masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *