Flash News
No posts found

“Dulu Aku Memilihmu, Sekarang Kami Kecewa…”

Massa gelar aksi damai di luar pagar kantor Bupati Rembang, hari Kamis.

Massa gelar aksi damai di luar pagar kantor Bupati Rembang, hari Kamis.

Rembang – Sekira 150 an orang warga desa Timbrangan Dan Tegaldowo Kec. Gunem, hari Kamis (06 November 2014) menggeruduk kantor Bupati Rembang, kembali menyuarakan penolakan pembangunan pabrik semen. Mereka datang dengan menggunakan 4 unit truk, setelah itu langsung duduk lesehan di luar pagar Kantor Bupati, menggelar istighozah mendoakan hati para pejabat segera terbuka.

Abdul Hamid, tokoh agama desa Timbrangan Kec. Gunem dalam orasinya menyatakan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham) telah mengeluarkan surat rekomendasi supaya untuk sementara proses pembangunan dihentikan dan menarik alat alat berat dari lokasi tapak pabrik, sampai ada keputusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Ia berharap Pemkab Rembang maupun PT Semen Indonesia mematuhi rekomendasi tersebut.

Zaeni, warga desa Timbrangan Kec. Gunem mengungkapkan selama ini dirinya lebih banyak merantau ke luar Jawa. Begitu mendengar keluh kesah masyarakat berlarut larut, terpaksa pulang kampung, ikut mendukung aksi penolakan pabrik semen.

Ia juga mengklaim saat pemilihan kepala daerah lalu, termasuk pendukung berat Abdul Hafidz yang sekarang menjabat Pelaksana Tugas Bupati Rembang. Tapi sekarang Zaeni merasa kecewa, karena ternyata pimpinan tertinggi di Kab. Rembang tidak mampu memberi solusi atas kegelisahan ancaman polusi lingkungan dan kerusakan mata air.

Kalau nantinya masih tetap tidak bereaksi, massa mengancam akan melancarkan demo lebih besar lagi. Dengan berapi api, pria berpeci ini mengaku tak butuh pabrik semen, namun hanya ingin hidup nyaman.

Tak ada seorangpun Pejabat Pemkab Rembang menemui pendemo. Kebetulan Pelaksana Tugas Bupati, Abdul Hafidz menghadiri kegiatan dinamika pembangunan di kantor kecamatan Rembang Kota. Namun sebelumnya Hafidz menegaskan pihaknya beberapa kali berupaya menindaklanjuti keinginan warga. Namun sayang, antara dua kepentingan yang berbeda, sulit mencapai kata sepakat

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia, Agung Wiharto mengatakan pembangunan pabrik di tengah hutan sebelah timur pertigaan Songkel Mereng Kadiwono Bulu masih dilanjutkan, hari Kamis. Ia berpedoman sebagai Badan Usaha Milik Negara, tak ada aturan ditabrak. Kalau ada yang keberatan, sebaiknya menunggu keputusan gugatan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang yang dilayangkan oleh kelompok kontra pabrik semen.

Sedangkan terkait surat Komnas Ham tentang penghentian pembangunan, manajemen perusahaan masih melakukan pembahasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *