Flash News
No posts found

Industri Rumah Tangga Terpukul

Petugas PDAM Rembang mengamati instalasi pengolahan air di desa Gunungsari Kec. Kaliori yang kosong mlompong, hari Kamis (06/11).

Petugas PDAM Rembang mengamati instalasi pengolahan air di desa Gunungsari Kec. Kaliori yang kosong mlompong, hari Kamis (06/11).

Kaliori – Setelah Embung Sudo – Sulang dihentikan untuk menyuplai 3 ribuan pelanggan PDAM di Rembang Kota bagian barat dan Kec. Kaliori, hal itu juga memukul sektor industri rumah tangga.

Sunaryo, salah satu pelanggan PDAM di dusun Jeruk Desa Sendangagung Kec. Kaliori menjelaskan pasokan air PDAM sehari hari digunakan untuk memperlancar pembuatan kerupuk. Begitu mati total, ia terpaksa bolak balik mencari air ke dusun lain, yakni Siman berjarak sekira 1 kilo meter dari rumahnya. Produksi kerupukpun terancam menurun, karena banyak waktunya tersita untuk “ngangsu” air. Sunaryo berharap kepada PDAM, sesekali membantu pelanggannya melalui droping air. Jangan dibiarkan begitu saja, saat menghadapi kesulitan air. Padahal dikala kondisi normal, PDAM juga meraup penghasilan dari pelanggan. Selain itu, mustinya juga ada solusi penambahan waduk, sehingga penghentian suplai air tak selalu berulang tiap kemarau panjang.

Kepala Unit Pengolahan air di desa Gunungsari Kec. Kaliori, Yoyok Sudiharso membenarkan air Embung Sudo tidak mengalir sejak tanggal 14 Oktober lalu, karena mengalami kekeringan. Pihaknya telah menggratiskan biaya rekening air mulai bulan November. Ia meminta pelanggan mau memahami kondisi cuaca sekarang dan keterbatasan PDAM. Menurut Yoyok, dibalik macetnya pengoperasian, tetap memberikan dampak positif. Pegawai bisa punya waktu melakukan perawatan dan pengecatan ulang seluruh instalasi pengolahan air yang sebagian sudah berkarat.

Terkait desakan pelanggan PDAM di Rembang barat dan Kec. Kaliori menunggu bantuan air, Yoyok menambahkan perlu koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Celakanya sering kali aparat desa kurang tanggap, mereka belum mengajukan bantuan air bersih secara tertulis ke BPBD. Akibatnya banyak warga belum terlayani. Pegawai PDAM asal Kebalen Kutoharjo Rembang ini menyarankan masyarakat cepat melapor ke pemerintah desa setempat, karena bagaimanapun BPBD tidak bisa jemput bola tanpa ada pengajuan terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *