Flash News
No posts found

PLT Bupati : “Bagus, Tapi Rawan Kacau…”

Sejumlah kartu yang diluncurkan pemerintahan Jokowi.

Sejumlah kartu yang diluncurkan pemerintahan Jokowi.

Rembang – Program presiden Jokowi tentang pembagian Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS) maupun Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), dikhawatirkan berlangsung kacau dan menuai protes, apabila tidak diawali dengan pendataan ulang.

Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz menganggap program tersebut cukup bagus untuk masyarakat. Tapi mustinya jangan digulirkan dulu, sebelum ada pendataan ulang.

Apabila mengacu data Badan Pusat Statistik tahun 2011 atau 2012 silam, menurutnya akan terjadi banyak bantuan tidak tepat sasaran. Yang berhak menerima, ternyata tidak kebagian, sedangkan keluarga mampu justru terdaftar, lagi lagi Pemkab Rembang pula harus turun tangan. Warga biasanya memprotes pejabat terdekat, bukan ke Jakarta. Maka perlu ada sosialisasi dan diintegrasikan secara matang dengan program daerah. Pemkab Rembang sejauh ini masih menunggu.

Pendapat serupa dilontarkan Isnaeni, Kepala Bagian Tata Usaha Badan Pusat Statistik (BPS) Kab. Rembang.

Terus terang ia kaget, begitu mendengar pemberitaan Jokowi sudah membagikan KIP, KIS dan KKS. Apalagi sampai hari Jumat (07 November 2014) pihaknya sama sekali belum menerima perintah, untuk mendata calon masyarakat penerima bantuan. Kalaupun Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) dibawah kendali Wakil Presiden sudah mempunyai data, menurutnya layak diperbarui lagi, karena kondisi ekonomi seseorang bisa berubah setiap saat.

Sebelumnya, pemerintahan Jokowi belum genap sebulan memimpin, langsung berancang ancang menaikkan harga bahan bakar minyak bersubsidi, meski harga minyak mentah dunia turun.

Jokowi beralasan subsidi BBM akan dialihkan untuk kegiatan produktif. Selain itu dana juga digunakan memperkuat pelayanan pendidikan dan kesehatan, melalui sejumlah kartu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *