Flash News
No posts found

“Kalau Tak Ada Aturannya, Saya Serahkan Semua…”

Suasana parkir di selatan Pasar Rembang.

Suasana parkir di selatan Pasar Rembang.

Rembang – Pihak desa Sumberejo meminta ikut dilibatkan dalam pengelolaan parkir di Pasar Rembang.

Kepala Desa Sumberejo, M. Yofi menjelaskan secara administrasi, pasar berada di wilayah Sumberejo. Menurutnya wajar ketika kelompok karang taruna berharap bisa bekerja dalam sektor parkir di sekitar pasar. Apalagi pada pagi hari, antara pukul 6 – 10 pagi, arus lalu lintas semrawut, karena petugas parkir kewalahan menata.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Kab. Rembang, Suyono mengakui pihaknya memang sempat mendapatkan surat permintaan dari pemerintah desa Sumberejo, terkait masalah tersebut.

Namun, pengelolaan dan pendapatan parkir di tepi jalan raya sudah diatur melalui Perda, sebagai salah satu pendapatan asli daerah (PAD). Kalau tidak ada aturan semacam itu, bisa saja Dishubkominfo menyerahkan seluruhnya untuk desa Sumberejo. Jika dipaksakan, justru rawan menimbulkan masalah hukum. Namun pihaknya siap duduk bersama, membahas bagaimana langkah yang tepat. Semisal ada pemuda desa Sumberejo direkrut menjadi tukang parkir, nantinya tetap menyetorkan sebagian pendapatan kepada daerah.

Pantauan Reporter R2B, parkir di Pasar Rembang terbagi dalam sejumlah titik. Paling ramai berada di sebelah timur dan utara.
Secara keseluruhan kalau dirata rata dalam sehari terdapat seribu sepeda motor dan mobil, penghasilan kotornya minimal mencapai Rp 1 juta. Sementara total target pendapatan dari sektor parkir per tahun di Kab. Rembang sekira setengah miliar rupiah.

1 Komentar

  1. dor

    pengelolaan parkir akan lebih transparan kalo dikelola desa, sementara setoran parkir oleh dinas hanya sesukanya saja alias dikorupsi, karena menjadi tukang harus membayar dimuka kpada Kadinas!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *