Flash News
No posts found

Usai Kemarau Panjang, Lain Sumber Lain Pula Sarang

Seorang petani di desa Mondoteko Rembang menata pematang sawah, usai hujan deras semalam.

Seorang petani di desa Mondoteko Rembang menata pematang sawah, usai hujan deras semalam.

Rembang – Setelah kemarau panjang melanda, hujan deras mengguyur sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Rembang, Jumat malam. Meski demikian sebagian besar petani enggan bercocok tanam padi.

Marzuki, petani di desa Tlogotunggal Kec. Sumber menganggap kondisi tanah persawahan masih keras. Rata rata petani baru menyiapkan pupuk kandang, untuk menyuburkan lahan.

Hal senada diungkapkan Munawar, warga desa Grawan Kec. Sumber. Menurutnya hujan deras kali pertama hanya mampu membasahi tanah bagian atas, sedangkan pada kedalaman 15 centi meter masih kering kerontang. Setidaknya butuh dua kali lagi hujan deras, supaya tanah benar benar gembur. Baru petani biasanya mulai menanam padi gogo rancah. Selama masa pertumbuhan cepat ada hujan lagi, sistem gogo tidak akan terlalu menyulitkan petani dari sisi perawatan tanaman.

Berbeda dengan petani di Kec. Sarang. Kawasan yang berbatasan dengan provinsi Jawa Timur itu, curah hujannya masih sangat rendah. Bahkan baru sekali gerimis.

Arifin, parangkat desa di desa Baturno Kec. Sarang mengungkapkan sebagian petani tengah sibuk menyelesaikan panen buah semangka. Setelah turun hujan, baru menanam padi. Bedanya di desa Baturno kebanyakan memilih menanam padi dengan sistem menebar benih, sehingga harus memastikan curah hujan stabil.

Arifin menambahkan kalau mengandalkan penanaman padi gogo terlalu ribet. Selain perawatan menyiangi rumput memakan waktu dan tenaga, menanam padi gogo dinilai lebih beresiko mengalami gagal panen.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *