Flash News
No posts found

Berputar Putar, Menguntungkan Mafia

Truk pengangkut Raskin melintas di jalan desa Weton – Gedangan Kec. Rembang, belum lama ini.

Truk pengangkut Raskin melintas di jalan desa Weton – Gedangan Kec. Rembang, belum lama ini.

Rembang – Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz menerima banyak laporan beras keluarga miskin (Raskin) dijual kembali, lantaran kualitasnya kurang bagus.

Abdul Hafiz menyayangkan tindakan tersebut, karena hanya akan menguntungkan mafia beras. Ia mencontohkan warga membayar Raskin seharga Rp 1.600 per Kg, kemudian dijual kepada tengkulak atau biasanya ditukar beras yang lebih bagus. Dari tengkulak, beras berputar lagi dan ujung ujungnya kembali masuk ke gudang Depot Logistik (DOLOG) selaku penyalur Raskin. Kalau seperti itu terus berlarut larut, tentu saja akan menguntungkan pihak pihak tertentu yang memang sengaja menjadikan Raskin sebagai bisnis.

PLT Bupati asli desa Pamotan Kec. Pamotan ini menyarankan manakala warga mendapatkan jatah beras berkualitas buruk, jangan begitu saja langsung diterima. Pemerintah berulang kali menghimbau sebaiknya beras dikembalikan dan DOLOG siap mengganti dengan beras baru. Namun kenyataannya tidak begitu diindahkan, kemungkinan ada sebagian penerima tidak tepat sasaran atau karena enggan ribet menunggu terlalu lama.

Winarti, seorang penerima Raskin di Kec. Sulang membenarkan praktek menjual Raskin kepada pedagang sudah terjadi sejak lama. Hal itu dipicu adanya pembagian Raskin secara merata, sehingga keluarga mampupun tetap kebagian jatah, meski masing masing hanya diberi 5 Kg.

Pihak desa tak kuasa melarang, karena susah menentukan indikator keluarga miskin. Daripada memancing kecemburuan, beras diratakan. Khusus keluarga miskin, tetap memperoleh jatah 20 Kg, sebagaimana mustinya. Menurutnya, keluarga mampu tidak akan mau mengkonsumsi Raskin. Winarti menambahkan selama pembagian tidak tepat sasaran, aksi penjualan Raskin sulit dihentikan.

1 Komentar

  1. rustami

    sudah jelas siapa mafianya wong ya semua sudah pada tahu.. Polisi mestinya menindaklanjuti apa yang disampaikan PLT Bupati, karena yang bicara ini pejabat tertinggi dikabupaten. apa yang menjadi keluhkesah dan pernyataannya adalah perintah pimpinan tertinggi yang menjalankan peemrintah. sehingga jaksa dan polisi mestinya bertindak wong ya sudah jelas pratik dilapangannya seperti apa, dan siapa saja yang terlibat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *