Flash News
No posts found

Ditinggalkan, Rawan Kanker Kulit

Bahan bahan alami untuk pewarnaan kain batik.

Bahan bahan alami untuk pewarnaan kain batik.

Lasem – Para pengusaha batik tulis Lasem semakin ketagihan menggunakan pewarnaan kain dari bahan alami dan pelan pelan meninggalkan bahan kimia.

Ketua Klaster Batik Tulis Lasem, Rifai menjelaskan cukup banyak tanaman di lingkungan sekitar bisa dimanfaatkan. Ia mencontohkan daun tom yang banyak tumbuh di pinggir pantai, berfungsi memunculkan warna biru. Namun pihaknya tidak bisa mencari sendiri, karena keterbatasan waktu. Rata rata pembatik membeli sudah dalam bentuk bubuk dari Surabaya, perkiraan setiap kilo gram seharga Rp 300 ribu.

Kemudian warna kuning, bisa didapatkan dari rendaman batang pohon mangga dan tentu masih banyak pilihan pilihan lain.

Rifai mengakui kalau pembatik tidak cepat beralih memakai pewarnaan alam, akan ditinggalkan oleh konsumen, terutama pasar manca negara. Mereka mulai tidak mau mengenakan kain batik yang dicelupkan bahan kimia, lantaran rawan memicu penyakit kanker kulit. Selain menyesuaikan kondisi pasar, upaya tersebut juga memudahkan pembatik dalam membuang limbah bekas produksi. Cairan pewarnaan alam dapat dibuang tanpa khawatir berdampak terhadap lingkungan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Dan UMKM Kab. Rembang, Muntoha menuturkan pihaknya beberapa kali memberikan sosialisasi tentang manfaat pewarnaan batik secara alami. Pada awalnya mungkin agak ribet, tapi setelah terbiasa, pembatik akan mulai tertarik. Apalagi dalam kesempatan studi banding ke daerah lain, menerima penjelasan langsung dari pengusaha batik. Begitu mengetahui dari sesama pembatik, biasanya mereka lebih percaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *