Flash News
No posts found

Ruang Terbuka, Kini Berubah “Ruang Dunia Lain”

Lampu PLTS di kawasan ruang terbuka hijau timur makam Krapyak Rembang, hampir semuanya mati.

Lampu PLTS di kawasan ruang terbuka hijau timur makam Krapyak Rembang, hampir semuanya mati.

Rembang – Kawasan ruang terbuka hijau di Lapangan Borotugel desa Kabongan Kidul Rembang, gelap gulita pada malam hari. Penyebabnya karena sebagian besar lampu penerangan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) mengalami kerusakan.

Kepala Desa Kabongan Kidul Rembang, Rokhani menuturkan situasi yang gelap tersebut, membuat fungsi taman pada malam hari melenceng. Banyak kawula muda berpacaran, sehingga rawan terjadi tindak asusila. Pihaknya berharap lampu penerangan PLTS diganti saja dengan sistem jaringan listrik PLN, supaya lebih stabil.

Tak hanya lapangan Borotugel, lampu PLTS di taman perbatasan Kabongan Kidul dan Kelurahan Sidowayah, dekat makam Krapyak juga banyak yang mati. Rokhani menambahkan beberapa kali menerima keluhan masyarakat, semenjak ada jalan tembus yang menghubungkan Makam Krapyak Sidowayah sampai Makam Kabongan Kidul. Tapi sulit setiap saat mengawasi, apalagi pengunjung keluar masuk.

Muri, warga Kelurahan Sidowayah menjelaskan matinya lampu penerangan sudah cukup lama. Bahkan kala itu lampu dipasang, hanya berselang seminggu langsung padam. Ia menduga alat untuk menyimpan arus dari sinar matahari tidak pernah dirawat.

Kepala Bidang Tata Ruang Dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kab. Rembang, Hendro Riyadi mengakui sejak awal pembangunan taman di sebelah utara makam, memang sempat tidak memperoleh kejelasan siapa pelaksananya maupun berapa anggarannya. Meski demikian, karena sudah terlanjur dibuat, tentu DPU tidak akan lepas tangan. Terkait banyaknya lampu penerangan mati, musti dipikirkan dulu bagaimana solusinya, supaya langkah yang diambil tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *