Flash News
No posts found

Sudah Gelap Mata, Kelewatan!!!

Polisi hari Senin mengecek kotak amal di mushola Babus Salam Al Yasmani desa Purworejo, yang menjadi sasaran pencurian.

Polisi hari Senin mengecek kotak amal di mushola Babus Salam Al Yasmani desa Purworejo, yang menjadi sasaran pencurian.

Kaliori – Setelah kotak amal dua mushola di desa Purworejo Kec. Kaliori digasak pelaku pencuri, aparat Polsek Kaliori, hari Senin (10 November 2014) semakin menggiatkan patroli ke desa desa, untuk menyampaikan pesan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kepala Unit Bimbingan Masyarakat Polsek Kaliori, Aiptu Mulyono mengatakan pihaknya bertemu dengan warga maupun pengurus mushola. Ia menyampaikan mushola di pinggir jalur Pantura memang rawan pencurian, karena akses pelaku cukup mudah, apabila sewaktu waktu melarikan diri. Maka kewaspadaan harus ditingkatkan. Yang paling penting, uang kotak amal jangan menunggu terlalu lama, baru diambil. Mustinya pengurus mushola bisa mempercepat, paling tidak seminggu sekali. Lebih cepat lebih baik, agar tidak didahului pelaku kejahatan.

Sebelumnya, Sabtu malam lalu, pelaku pencuri mencongkel kotak amal di Mushola Babus Salam Al Yasmani, turut tanah dusun Dresen desa Purworejo. Perkiraan uang Rp 500 ribu amblas. Kemudian mushola lain di sebelah timur balai desa Purworejo, juga turut menjadi sasaran. Di tempat ini, kemungkinan uang yang dibawa kabur sekira Rp 250 ribuan. Pelaku terlebih dahulu mencongkel jendela, setelah itu baru merusak gembok kotak amal. Ada dugaan kuat pelakunya sama.

Janawi, seorang warga dusun Dresen desa Purworejo mengatakan kala itu pelaku beraksi pagi dini hari, sebelum waktu subuh. Kebetulan listrik padam, sehingga situasi sekitar mushola gelap. Ia sempat memergoki ada dua orang pria berhenti di samping mushola. Sama sekali tidak curiga akan menggondol uang kotak amal, tapi mengira akan berhenti istirahat.

Warga desa Purworejo lainnya, Jaryanto mengaku mengetahui ada pencurian, setelah kotak amal tergeletak di luar mushola, padahal selama ini berada di dalam. Ia merasa gregetan, karena pencuri gelap mata, tega teganya menguras kotak amal, dari hasil mengumpulkan uang jemaah, sedikit demi sedikit selama sebulan terakhir.

Jaryanto menambahkan semenjak peristiwa tersebut, warga di dekat mushola selalu mengintip dari jendela, terutama ketika mendengar sepeda motor berhenti pada malam hari.

Ia berharap suatu saat pelaku bisa tertangkap. Kalaupun tidak, kelak mau menyadari bahwa tindakan mencuri kotak amal, sudah kelewat batas.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *