Flash News
No posts found

Menguasai, Didenda 5 M

Tanah yang ditimbulkan karena pasang surut ombak di desa Pasar Banggi.

Tanah yang ditimbulkan karena pasang surut ombak di desa Pasar Banggi.

Rembang – Sejumlah kalangan di desa Pasar Banggi Kec. Rembang Kota mempertanyakan bisa tidaknya warga menempati lahan di pinggir pantai yang merupakan bekas gundukan pasir laut, terbentuk alami selama belasan tahun akibat pasang surut ombak.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pasar Banggi, Mashudi menuturkan lokasi yang dulu laut dan kini telah berubah menjadi daratan tersebut, luasnya mencapai puluhan hektar. Beberapa warga tidak mampu, berharap kalau bisa dialihfungsikan sebagai permukiman atau dikelola desa untuk kepentingan umum. Menurutnya sangat disayangkan kalau menganggur, ditumbuhi banyak semak belukar.

Kepala Desa Pasar Banggi, Rasno menjelaskan lahan yang berada di sebelah barat desa Pasar Banggi itu berdekatan dengan hutan bakau. Pernah muncul wacana untuk laboratorium dan pusat penelitian mangrove, namun sampai sekarang belum terealisasi. Hanya terkadang ada warganya memanfaatkan lahan untuk menanam palawija.

Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Rembang, Subhakti menegaskan tanah timbul di pinggir pantai tidak boleh dikuasai masyarakat, karena Undang Undang Tata Ruang mengatur ancaman hukumannya mencapai 5 tahun dan denda Rp 5 miliar. Badan Pertanahan Nasional (BPN) pasti tidak mau mengeluarkan sertifikat. Tapi kalau pemerintah ingin memanfaatkan, tidak masalah, asalkan sudah mengantongi hak pengelolaan lahan (HPL).

Subhakti menambahkan di sepanjang pesisir pantai Kaliori – Sarang, tanah seperti itu memang banyak. Ia menghimbau mustinya pihak desa jangan langsung membebaskan dipakai penduduk. Selain tidak mempunyai kepastian status tanah, dikhawatirkan kelak rawan memicu bencana erosi pantai atau abrasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *