Flash News
No posts found

Beda, Surat Komnas Ham Dan Putusan Sela PTUN

Warga dan Kades Timbrangan Kec. Gunem, bersiap siap masuk ke ruangan kerja PLT Bupati Rembang, Kamis siang.

Warga dan Kades Timbrangan Kec. Gunem, bersiap siap masuk ke ruangan kerja PLT Bupati Rembang, Kamis siang.

Gunem – Kepala Desa Timbrangan Kec. Gunem, Nyono bersama sejumlah warga, hari Kamis (13 November 2014) mendatangi Kantor Bupati Rembang, ingin meminta kejelasan tindak lanjut surat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas Ham) yang merekomendasikan penghentian pembangunan pabrik semen.

Kades Timbrangan, Nyono mengatakan massa penolak pabrik semen menunggu kepastian bagaimana langkah langkah Pemkab Rembang. Gerak pemerintah yang lamban menyikapi surat Komnas Ham tersebut mengecewakan warga. Maka pihaknya harus bertemu dengan Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz.

Saat Abdul Hafidz tiba di kantor Kamis siang, seusai agenda kerja di Pancur, Kades dan warga Timbrangan langsung bergegas, mengikuti dari belakang.

Dalam pertemuan singkat itu, Hafidz menekankan bahwa pihaknya tengah merancang konsep surat balasan kepada Komnas Ham. Ia juga menyatakan dalam putusan sela Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, tidak mengamanatkan pemberhentian pembangunan pabrik, sehingga tidak ada alasan menyetop aktivitas pekerja proyek. Dirinya enggan mengomentari sikap pro dan kontra masyarakat, biar nanti terurai sendiri di PTUN.

Sementara itu, situasi tenda pendudukan massa di jalan masuk menuju pabrik semen sebelah timur pertigaan Songkelmereng desa Kadiwono Kec. Bulu, hari Kamis masih cukup kondusif, pasca ambruknya gapura dekat tenda, terserempet truk proyek.
Zaeni, warga desa Timbrangan Kec. Gunem mengungkapkan warga tidak akan menghadang keluar masuk kendaraan proyek, karena sebatas ingin menyampaikan aspirasi. Tenda berada di pinggir jalan, menurutnya tidak sampai menghambat aktivitas proyek. Asalkan pelan pelan, truk besarpun masih bisa lewat. Zaeni ngotot tenda tidak akan dipindah.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia, Agung Wiharto menuturkan pembangunan pabrik tetap dilanjutkan. Diperkirakan prosesnya baru mencapai 11 %.

Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Kurniawan menjelaskan pihaknya berada di tengah tengah dua kepentingan, antara mengamankan proyek dan memantau aksi penolakan warga. Ia mengingatkan supaya tidak ada aksi saling mengganggu.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *