Flash News
No posts found

“Jauh Jauh, Tolong Dipermudah Pak…”

Seorang warga menunggu pembuatan akta kelahiran di kantor Disdukcapil Kab. Rembang, belum lama ini.

Seorang warga menunggu pembuatan akta kelahiran di kantor Disdukcapil Kab. Rembang, belum lama ini.

Pancur – Kepala Desa Kalitengah Kec. Pancur, Anshori meminta Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil, mempermudah pelayanan pengurusan akta kelahiran, terutama ketika terjadi perbedaan data kependudukan.

Anshori menumpahkan keluhannya, saat kegiatan dinamika pembangunan di pendopo kecamatan pancur, hari Kamis (13 November 2014). Ia menceritakan kala itu ada warga desa Kalitengah meminta tolong untuk membuatkan akta kelahiran anak yang baru lahir.

Sejumlah persyaratan seperti foto copy KTP orang tua dan legalisir buku nikah dilampirkan. Hanya saja kebetulan di dalam KTP, status pemohon tercantum belum menikah, karena merupakan KTP lama, namun masih berlaku. Meski sudah membawa legalisir buku nikah, petugas Disdukcapil tetap menolak.

Status belum menikah wajib diubah dulu dengan mengurus KTP baru. Anshori meminta khusus pelayanan seperti itu dipermudah. Apalagi bagi warga yang rumahnya jauh dari pusat kota Rembang, tentu kasihan musti bolak balik.

Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz yang hadir dalam forum dinamika pembangunan, mempersilahkan pihak Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil langsung menanggapi.

Kepala Disdukcapil Kab. Rembang, Daenuri menyampaikan kalau KTP pemohon belum menikah, tetapi mengajukan akta kelahiran, pasti menimbulkan tanda tanya. Sesuai aturan, antara KTP dan buku nikah harus klop. Maka ia menghimbau masyarakat mengurus KTP baru. Setelah status perkawinan diubah, dilanjutkan mengajukan akta kelahiran. Menurutnya peristiwa tersebut sering terjadi. Petugas loket pelayanan bukan bermaksud mempersulit, tapi semata mata ingin mewujudkan tertib administrasi kependudukan.

Daenuri memastikan membuat KTP baru, sehari langsung jadi. Kebetulan blangko KTP elektronik yang sempat habis, pekan ini sudah sampai di Rembang.

Mendapatkan tanggapan dari Disdukcapil, kalangan Kades maupun perangkat di Kec. Pancur mau memahami. Mereka siap meneruskan sosialisasi kepada masyarakat, terutama bagi pasangan pengantin baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *