Flash News
No posts found

“Butuh Dua Lagi, Yang Satu Sudah Saya Teken…”

SPPBE desa Pasar Banggi Rembang dianggap belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Kab. Rembang.

SPPBE desa Pasar Banggi Rembang dianggap belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Kab. Rembang.

Rembang – Jumlah Stasiun Pengisian Dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) di Kab. Rembang masih kurang, sehingga hal itu menjadi salah satu penyebab gas bersubsidi 3 Kg kerap mengalami kelangkaan.

Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz menjelaskan idealnya di Kab. Rembang terdapat 3 SPPBE. Namun sampai hari Jumat (14 November 2014) baru ada satu lokasi, yakni di pinggir jalur Pantura desa Pasar Banggi. Menurutnya kelangkaan gas elpiji bukan karena ada permainan, tapi keterbatasan SPPBE sangat berpengaruh. Apalagi ada beberapa pangkalan dari luar daerah yang ikut memasok gas ke Kab. Rembang. Begitu mereka mengurangi kiriman barang, Rembang pasti kelabakan.

Maka solusinya dengan menambah jumlah SPPBE. Hafidz mengungkapkan akan ditambah dua lagi. Ia sudah menandatangani izin prinsip pendirian SPPBE baru, bahkan sekarang mulai digarap pengerjaannya. Sedangkan yang satu lagi di desa Punjulharjo Rembang masih dalam proses pengajuan izin lingkungan. Kalau tiga tiganya beroperasi, PLT Bupati optimis mampu mengatasi kelangkaan.

Abdul Hafidz menambahkan selain langka, masyarakat juga mengeluh harga elpiji 3 Kg antar kecamatan berbeda beda. Bahkan di pasaran melambung tinggi, dibandingkan harga eceran tertinggi (HET). Menurutnya yang diatur pemerintah, penyaluran dari distributor, pangkalan dan pengecer resmi. Apabila mereka terbukti memainkan harga, tentu bisa direkomendasikan izinnnya dicabut. Tapi kalau diluar pengecer resmi, bukan tanggung jawab pemerintah maupun Pertamina.

Sementara itu Jayadi, warga di Kec. Pancur mensinyalir ada pasokan gas bersubsidi yang salah sasaran. Di pelosok pedesaan, pengecer tidak resmi sangat banyak.

Akibatnya jumlah pengguna membengkak, penyimpanganpun semakin rawan. Maka ia mengusulkan penambahan Stasiun Pengisian Dan Pengangkutan Bulk Elpiji harus diimbangi dengan penertiban jalur distribusi serta memperketat pengawasan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *