Flash News
No posts found

Diputus, Buntut Konflik

Suasana dermaga barat pelabuhan Tanjung Bonang Sluke, Jumat siang.

Suasana dermaga barat pelabuhan Tanjung Bonang Sluke, Jumat siang.

Sluke – Listrik di kawasan Pelabuhan Tanjung Bonang, pinggir jalur Pantura desa Sendangmulyo Kec. Sluke sejak tanggal 11 November lalu diputus sementara oleh PLN. Hal itu diduga karena buntut konflik internal antara PT Pelabuhan Rembang Kencana yang kini berubah nama menjadi PT Samudera Bahari Alam Persada (SBAP), dengan investor pelabuhan PT Bangun Arta.

Jarmuji, Manajer PLN Rayon Rembang ketika dikonfirmasi hari Jumat (14 November 2014) menjelaskan pemutusan sementara pasokan listrik tersebut, berdasarkan permintaan dari PT Pelabuhan Rembang Kencana sendiri. Rentang waktunya selama 6 bulan. Namun diakui memang sebelumnya pembayaran rekening listrik dua bulan terakhir dari pelabuhan Tanjung Bonang sempat menunggak. Bahkan tim penagih PLN berulang kali dipimpong kesana kemari, hingga akhirnya bisa lunas.

Kepala Desa Sendangmulyo Kec. Sluke, Asrori menyatakan prihatin atas konflik tersebut. Masyarakatnya sejak awal mendukung pembangunan pelabuhan 4 tahun lalu, karena berharap mampu menyerap pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Ia mendesak Pemerintah Kabupaten Rembang serius menangani, jangan sampai berlarut larut. Yang menjadi korban warga sekitar. Mereka merasakan dampak buruk, seperti polusi debu dan suara bising, tetapi dana sosial pelabuhan belum pernah turun.

Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi Dan Informatika Kab. Rembang, Suyono berulang kali meminta perselisihan antara pengelola pelabuhan dan investor diselesaikan melalui jalur kekeluargaan. Ia menyayangkan jika ternyata Bangun Arta melapor ke Polres Rembang, sehingga kalau sudah masuk ke ranah hukum, Pemkab tak bisa mencampuri.

Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz menuturkan sampai sekarang Pemkab belum menerima pendapatan dari Pelabuhan Tanjung Bonang, karena tidak ada kejelasan payung hukum, menyusul belum beresnya perizinan ditingkat pusat. Kalau tetap menerima setoran, pasti dalam audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan dipermasalahkan. Maka pihaknya ingin fokus menuntaskan perizinan tersebut.

Sementara itu pantauan Reporter R2B hari Jumat (14 November 2014), tak ada aktivitas pekerja di dermaga sisi barat yang dikelola PT Pelabuhan Rembang Kencana. Sedangkan dermaga sebelah timur tampak hilir mudik truk truk besar mengangkut batu putih, split dan batu tras. Setelah itu dinaikkan ke kapal tongkang, untuk dikirim ke sejumlah daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *