Flash News
No posts found

3 Meninggal, Lasem Peringkat Teratas

Seorang warga di desa Karangturi Kec. Lasem memeriksa jentik nyamuk di bak kamar mandi, untuk mendeteksi penyakit demam berdarah, baru baru ini.

Seorang warga di desa Karangturi Kec. Lasem memeriksa jentik nyamuk di bak kamar mandi, untuk mendeteksi penyakit demam berdarah, baru baru ini.

Rembang – Serangan penyakit demam berdarah semakin mengintai masyarakat, ketika curah hujan mulai meningkat, akhir akhir ini. Kecamatan Lasem sementara menjadi fokus perhatian pemerintah, karena jumlah penderitanya paling tinggi.

Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Aris Suryono mengatakan sampai dengan akhir bulan Oktober tahun 2014, terdapat 118 orang penderita demam berdarah, tiga diantaranya meninggal dunia.

Kec. Lasem menduduki peringkat teratas, karena ada 36 penderita, dengan korban meninggal dunia 2 orang. Sedangkan satu korban meninggal lainnya berasal dari Kec. Kragan. Data tersebut sudah melalui pengecekan laboratorium, benar benar positif demam berdarah dengue. Jangan sampai salah diagnosa, karena gejala DBD juga menyerupai penyakit lain.

Tak hanya dua kecamatan itu, penderita DB di Kec. Rembang Kota, Pamotan dan Bulu juga cukup tinggi. Kemungkinan karena kepadatan penduduk, belum diimbangi kesadaran masyarakat rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

Aris Suryono menambahkan pencegahan maupun penanganan demam berdarah harus dilakukan secara terpadu, antara masyarakat, Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kabupaten. Warga berperan dalam pemberantasan sarang nyamuk, dimulai dari lingkungan rumah masing masing. Kalau ada kasus, Puskesmas langsung turun melakukan upaya pertolongan pertama. Tapi jika korban sampai meninggal dunia, Dinas Kesehatan akan menggelar fogging dan pembagian bubuk abate gratis. Ia mempersilahkan pihak desa cepat melapor, agar penanganan juga bisa cepat.

Sementara itu Mahmud, seorang warga di desa Karangturi Kec. Lasem meminta pemerintah giat mengaktifkan kader kader Posyandu.

Mereka bisa dipilih di setiap dasa wisma (Dawis). Kalau orangnya komunikatif dan berpengaruh di lingkungan, setidaknya mau mengingatkan arti penting gerakan pemberantasan sarang nyamuk. Apalagi di desa desa endemis atau yang menjadi langganan demam berdarah tiap tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *