Flash News
No posts found

Pengepul Mangga Tewas, Luka Mengenaskan

Warga desa Temperak Kec. Sarang berada di dekat lokasi kecelakaan. Tampak korban kecelakaan, Sunandim tergeletak.

Warga desa Temperak Kec. Sarang berada di dekat lokasi kecelakaan. Tampak korban kecelakaan, Sunandim tergeletak.

Sarang – Aksi ngebut sopir di jalur Pantura, menelan korban jiwa.
Sebuah dump truk menyalip dan menghabisi jalan, sehingga pengendara sepeda motor meregang nyawa.

Lokasi kejadian di jalur Pantura desa Temperak Kec. Sarang, sekira pukul 09.30 Sabtu pagi. Semula, ada dump truk melaju kencang dari arah Tuban (timur) ke barat, dikemudikan oleh Winarto (35 tahun), warga desa Balongmulyo Kec. Kragan. Ia diduga menyalip sejumlah kendaraan lain di depannya, memakan jalan yang menjadi jalur sepeda motor. Dari arah barat (Rembang), melaju sepeda motor dikendarai Sunandim (37 tahun), warga desa Doropayung Kec. Pancur. Sunandim telah berupaya turun keluar bahu jalan, untuk menghindari truk. Tapi naas, motornya tergelincir. Korban yang sehari hari berprofesi sebagai pengepul mangga, terpental ke jalan raya dan akhirnya terlindas truk.

Kepala Pos II Lalu Lintas Lasem, Aiptu Heri Yulianto mengatakan Sunandim menderita luka parah di bagian kepala. Setelah dibawa ke Puskesmas Sarang, jenazahnya diantarkan ke rumah duka. Sabtu sore dikebumikan di makam desa Doropayung.

Aiptu Heri Yulianto menambahkan ruas jalan Pantura desa Temperak Kec. Sarang termasuk jalur ramai. Kalau sesama pengguna jalan saling menghormati dan memperhitungkan dengan matang saat akan menyalip, sebenarnya tak perlu terjadi kecelakaan tragis seperti itu. Pihaknya sementara menetapkan sopir dump truk sebagai tersangka. hari Minggu yang bersangkutan (16 November 2014) terus menjalani pemeriksaan.

Di tempat terpisah, jalur antara Rembang – Blora, tepatnya di desa Sulang, Sabtu sore juga terjadi kecelakaan. Melibatkan bus Pahala Kencana menabrak seorang pelajar SMK Mubarok, asal desa Kunir Kec. Sulang. Korban bernama Heri Purwanto (15 tahun). Kondisinya sempat kritis, sampai dengan Sabtu pukul 21.00 WIB, Heri masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit dr R Sutrasno Rembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *