Flash News
No posts found

Solar Ilegal Dibongkar, Pelabuhan Kian “Tercemar”

Dua truk tangki memuat solar ilegal, diamankan di Mapolres Rembang.

Dua truk tangki memuat solar ilegal, diamankan di Mapolres Rembang.

Sluke – Aparat Polres Rembang membongkar kasus penjualan solar ilegal di kawasan Pelabuhan Tanjung Bonang desa Sendangmulyo Kec. Sluke.

Semula pada Sabtu sore, anggota Polsek Sluke memperoleh informasi ada transaksi bahan bakar minyak ilegal di sekitar pelabuhan. Setelah diintai, ternyata benar. Dokumen surat surat yang menunjukkan bahwa BBM tersebut non subsidi tidak ada, sehingga diduga merupakan BBM subsidi, namun disalahgunakan. Anggota Polsek Sluke selanjutnya menghubungi Tim Opsnal Reskrim Polres Rembang, untuk menggelar olah TKP sekaligus mengamankan barang bukti ke Polres Rembang.

Barang bukti tersebut diantaranya dua truk tangki berisi 16 ribu liter solar ilegal. Selain itu dua pengemudinya ditangkap, masing masing Giono (34 tahun) dan Sriyanto (39 tahun), warga Jl Sawah Besar Kec. Gayamsari Semarang. Menurut rencana solar akan dijual kepada Riyanto Siahaan (43 tahun), warga Jl Kampung Babakan Kelurahan Sukatani Kab. Depok, Jawa barat, merupakan kepala kamar mesin (KKM) kapal tongkang yang kerap bersandar di pelabuhan Tanjung Bonang. Sesuai aturan, kapal tongkang musti menggunakan solar non subsidi, dengan harga lebih mahal, diatas Rp 10 ribu per liter.

Pelaksana Tugas Kasubag Humas Polres Rembang, AKP Cahyo Widiatmoko menuturkan dua orang tersangka telah ditahan. Pihaknya masih mengembangkan kasus itu.

AKP Cahyo Widiatmoko menambahkan Polres Rembang siap berupaya menekan penyelewengan BBM bersubsidi.

Tapi karena keterbatasan aparat, ia meminta bantuan partisipasi masyarakat. Kalau mengetahui truk tangki mencurigakan, bisa dilaporkan kepada polisi terdekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *