Flash News
No posts found

Backing Aparat Ditelusuri, Pelabuhan Lolos

4 tersangka berada di dekat truk tangki, saat gelar kasus, Selasa siang.

4 tersangka berada di dekat truk tangki, saat gelar kasus, Selasa siang.

Rembang – Polres Rembang menggelar pengungkapan kasus penyelundupan solar ilegal di Pelabuhan Tanjung Bonang desa Sendangmulyo Kec. Sluke, Selasa siang (18 November 2014). Sempat pula menyeruak dugaan keterlibatan oknum aparat kepolisian.

Dalam kegiatan tersebut, empat orang tersangka ditunjukkan kepada kalangan media. Mereka yakni Suparno (30 tahun), warga Kelurahan Magersari Rembang, selaku penadah solar, Wahyu Widayat (37 tahun) warga Tembalang Semarang selaku penjual, kemudian Sugiyono dan Sriyanto, keduanya warga Gayamsari Semarang, merupakan sopir truk tangki. Para tersangka dikenakan pasal UU Migas, dengan ancaman hukuman antara 4 – 6 tahun penjara.

Suparno selama ini menjadi orang suruhan pengelola kapal tongkang, untuk mencarikan bahan bakar solar bersubsidi, agar harganya lebih murah. Ia ngotot baru kali pertama melakukan aksi tersebut.

Wakil Kepala Polres Rembang, Kompol Wahyu Purwidiarso menjelaskan dari hasil keterangan tersangka, solar dikumpulkan sedikit demi sedikit dari pengecer, setelah itu ditampung ke dalam truk tangki. Komplotan ini membeli seharga Rp 7.500, namun dijual kepada operator kapal tongkang Rp 10 ribu per liter. Seharusnya kapal tongkang menggunakan solar non subsidi, yang harganya mencapai Rp 13 ribu setiap liter.

Kompol Wahyu Purwidiarso menambahkan pengurus pelabuhan Tanjung Bonang hanya menjadi saksi, tidak sampai ditetapkan tersangka.
Sedangkan isyu keterlibatan backing oknum aparat, Wahyu menyatakan polisi sendiri memang mendengar. Namun belum bisa dipastikan, karena akan ditelusuri lagi.

Setelah kasus penyelundupan Pelabuhan Tanjung Bonang terungkap, sejumlah kalangan meminta aparat kepolisian meningkatkan pengawasan di titik titik rawan lokasi sandar kapal tongkang.

Joko Mulyono, salah satu warga sekitar pelabuhan menganggap aksi nakal tersebut akan merugikan masyarakat, karena hak hak warga mendapatkan BBM subsidi berkurang. Ia berharap aparat tidak tebang pilih dalam memberantas kasus penyelewengan BBM. Apalagi pemerintah tengah gencar memerangi mafia Migas.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *