Flash News
No posts found

Marak Isyu Negatif, Langsung Dijawab

PLT Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyerahkan bantuan 77 traktor, hari Selasa.

PLT Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyerahkan bantuan 77 traktor, hari Selasa.

Rembang – Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyerukan supaya bantuan traktor digunakan sesuai peruntukan. Pihaknya risih menerima banyak laporan bernada negatif yang menyertai penyaluran bantuan tersebut.

Abdul Hafidz sempat mendengar informasi kalau pengurus kelompok tani mengambil traktor, harus menyerahkan uang Rp 2 – 3 juta. Hal itu sama sekali tidak benar, karena bantuan memang diserahkan secara cuma cuma. Kalau ada oknum bermain dan terbukti, ia siap menjatuhkan sanksi.

Kemudian muncul kabar lain tentang penguasaan traktor oleh ketua kelompok tani dan traktor dijual kepada pihak lain. Ia meminta jangan sampai terjadi, karena pemerintah berharap traktor difungsikan menunjang program swa sembada pangan, sekaligus merangsang generasi muda ikut terjun ke sektor pertanian. Kades serta camat diperintahkan ikut mengawasi.

Hafidz menjelaskan masalah itu saat menyerahkan bantuan 77 unit traktor di halaman kantor Dinas Pertanian Dan kehutanan Kab. Rembang, hari Selasa (18 November 2014). Dari jumlah itu, paling banyak penerimanya adalah Kec. Sumber, mencapai 16 unit. Pemkab Rembang akan berupaya meratakan bantuan ke seluruh desa. Maka bagi yang sudah memperoleh, sebaiknya jangan mengajukan proposal lagi. Menurutnya luas lahan pertanian di Kab. Rembang, mencapai hampir 30 ribu hektar. Idealnya butuh 2.500 an traktor, sekarang masih kurang 1.500 an traktor.

Pengurus kelompok tani desa Ronggomulyo Kec. Sumber, Kasirin mendukung arahan PLT Bupati. Menurutnya kalau kelompok tani serius merawat traktor seperti milik sendiri, pasti kuat bertahan lama. Biasanya anggota kelompok tani tetap membayar Rp 250 ribu, kalau memakai traktor. Sisa uang dari ongkos bahan bakar dan tenaga operator, dimasukkan ke dalam kas, sewaktu waktu dipakai untuk memperbaiki kerusakan.

Kepala Desa Karasgede Kec. Lasem, Suyoto yakin tidak terjadi penyimpangan bantuan traktor. Ia beralasan pengurus kelompok tani selalu aktif berkoordinasi dengan desa. Desapun pasti akan cepat menegur, begitu mulai ada tanda tanda melenceng.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *