Flash News
No posts found

Bahas Konflik, Disiapkan Pertemuan Bulu Bancar

Pemilik kapal dan nahkoda korban “Masalembu” berbincang bincang dengan anggota TNI AL, baru baru ini.

Pemilik kapal dan nahkoda korban “Masalembu” berbincang bincang dengan anggota TNI AL, baru baru ini.

Rembang – Kementerian Kelautan Dan Perikanan memastikan siap menindaklanjuti kasus penyanderaan 15 kapal asal Kab. Rembang yang disertai pemerasan Rp 750 juta, di Pulau Masalembu Kab. Sumenep, Jawa Timur.

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Pengolahan Dan Penangkapan Ikan Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab. Rembang, Sunyoto. Ia membeberkan belum lama ini berangkat ke Kantor Kementerian Kelautan Dan Perikanan bersama Wakil Ketua DPRD Rembang, Gunasih.

Sebenarnya sudah dua kali berada di depan ruang kerja Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Namun karena tengah menggelar rapat, sehingga tidak bisa bertemu langsung dengan Ibu Menteri. Meski demikian laporan tertulis sudah diserahkan kepada Sekretariat Dirjen Perikanan Tangkap dan Dirjen Pengolahan Sumber Daya kelautan. Mereka berjanji akan segera membahas masalah tersebut.

Kementerian juga menyalahkan aksi sekelompok masyarakat Masalembu, karena bertentangan dengan Undang Undang Perikanan. Manakala nelayan menangkap ikan di atas jarak 12 mil dari pulau terluar, merupakan zona bebas, diluar kewenangan tingkat kabupaten maupun provinsi. Ketika Masalembu menetapkan sendiri jarak 30 mil, sudah jelas jelas melawan aturan.

Sunyoto membenarkan ikan di perairan Masalembu memang sangat banyak, karena pusaran arus membuat ikan dari berbagai lokasi tertuju ke kawasan tersebut. Tak heran nelayan berlomba lomba melaut di sekitar Masalembu. Ia mengingatkan kalau bisa nelayan jangan mendekati pulau di sebelah utara Madura itu, sampai ada tindakan nyata pihak kementerian. Daripada memancing penyanderaan lagi, ujung ujungnya juga akan merepotkan pemilik kapal. Pasalnya sudah benar sekalipun, rawan disalahkan.

Menurut Sunyoto, hari Senin (24 November 2014), Dinas Kelautan Dan Perikanan serta perwakilan nelayan Kab. Rembang – Pati, akan menghadiri undangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Pertemuan dijadwalkan berlangsung di Bulu Bancar Tuban, Jawa Timur. Salah satu agenda utamanya yakni mencari solusi atas potensi konflik di Pulau Masalembu. Ia berharap ada perkembangan positif, sehingga kasus serupa tidak terulang kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *