Flash News
No posts found

“Saat Akan Ditangkap, Mendadak Hilang…”

Suparman menunjukkan bekas jejak kaki babi hutan di dalam garasi mobilnya, hari Senin.

Suparman menunjukkan bekas jejak kaki babi hutan di dalam garasi mobilnya, hari Senin.

Sulang – Serangan babi hutan atau celeng semakin meresahkan masyarakat. Senin pagi (24 November 2014) dua peristiwa gara gara babi hutan, terjadi di dua lokasi yang berbeda.

Peristiwa pertama, seorang pengendara sepeda motor terjatuh di Jl raya Rembang – Blora, tepatnya di desa Kaliombo Kec. Sulang, karena menabrak babi hutan yang mendadak menyeberang jalan. Korban bernama Sri Utami (38 tahun), warga Tempel Blora.

Kusmadi, saksi di dekat lokasi kecelakaan menjelaskan babi hutan muncul kali pertama dari arah barat dan usai tabrakan, juga kabur ke barat. Korban menderita luka pada bagian kaki, kemungkinan terkena taring tajam babi hutan. Ia bersama warga lain berinisiatif menolong Sri Utami ke Puskesmas Sulang, untuk menjalani perawatan. Setelah kaki korban yang robek dijahit, langsung diperbolehkan pulang.

Sementara itu peristiwa kedua terjadi di rumah Suparman yang terletak di sebelah timur Perempatan desa Landoh Kec. Sulang.

Seekor babi hutan berukuran cukup besar, masuk ke dalam garasi mobil Suparman. Kali pertama diketahui oleh sang isteri, spontan berteriak minta tolong, sehingga warga sekitar berdatangan mengepung babi. Saat warga akan menangkap, babi tersebut sudah menghilang dan tidak diketahui kearah mana kaburnya.

Suparman yang juga Kepala UPT Dinas Pendidikan Kec. Gunem ini mengakui serangan babi hutan cukup mengkhawatirkan. Bahkan pada malam hari mereka berjalan berombongan, rawan sewaktu waktu menyerang warga. Diduga habitat asli babi yakni hutan sudah rusak, kemudian bergeser ke lahan kebun tebu. Tapi sekarang lahan tebu, sebagian besar sudah panen, sehingga babi nekat mencari makan di dalam perkampungan penduduk.

Suparman menambahkan untuk pembasmian babi agak sulit, karena waktu datangnya tak bisa diprediksi dan gerak larinya gesit. Sementara ini mengandalkan peran serta para pemburu dari sejumlah daerah, untuk mengurangi populasi babi. Rata rata menerapkan tembak langsung, tapi ada pula yang memilih memasang jaring perangkap.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *