Flash News
No posts found

Mahal, Buat Sistem Pahe

Pedagang di Rembang mengemas cabai, sesuai daya beli masyarakat.

Pedagang di Rembang mengemas cabai, sesuai daya beli masyarakat.

Rembang – Harga cabai yang terus meroket, membuat para pedagang menyiasati dengan cara mengemas dagangan dalam paket hemat (Pahe).

Cabai dibungkusi kertas atau plastik kecil kecil. Ada yang harganya Rp 2 ribu, 4 ribu sampai Rp 10 ribu.

Salah satu pedagang Sembako keliling asal desa Turusgede – Rembang, Juarsih menuturkan cara tersebut, demi menyesuaikan daya beli masyarakat yang terus menurun, setelah pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Pedagang cabai di Pasar Rembang, Mastikah mengaku kasihan terhadap masyarakat menengah ke bawah. Kalau penjualan dibatasi minimal setengah ons, warga yang kantongnya pas pasan akan keberatan. Maka ketika harga cabai semakin mahal, penjualan sistem eceran biasa dilakukan pedagang.

Menurutnya, pasokan cabai ke Rembang selama ini lebih banyak mengandalkan luar daerah. Ia mencontohkan cabai yang dijajakan berasal dari Lumajang Jawa Timur, sehingga faktor ongkos transportasi sangat berpengaruh.

Pantauan hari Senin (25 November 2014), cabai rawit ditingkat pedagang pasar Rembang, rata rata mencapai Rp 42 ribu, cabai merah Rp 35 ribu, sedangkan cabai hijau Rp 28 ribu per Kg. Ketika sampai ke tangan konsumen, biasanya 10 % lebih mahal.

Kepala Seksi Perdagangan Disperindagkop Dan UMKM Kab. Rembang, Sugiyanto menjelaskan pemerintah pusat telah berupaya meredam gejolak harga cabai.

Menurutnya masih fluktuatif atau memungkinkan naik turun. Harga hari Selasa sudah berangsur angsur turun, dibandingkan pekan sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *