Flash News
No posts found

Sabu Dulu Dan Sekarang, Beda Kelas

Tiga paket sabu sabu yang disita dari tangan tersangka Rustamaji.

Tiga paket sabu sabu yang disita dari tangan tersangka Rustamaji.

Rembang – Dari sekian banyak pengungkapan kasus sabu sabu di wilayah kabupaten Rembang, jenis sabu sabu yang diedarkan ternyata berbeda kelas.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Rembang, AKP Bambang Sugito mencontohkan barang bukti tiga paket sabu sabu yang diamankan dari tersangka Rustamaji, warga desa Tergambang Kec. Bancar Tuban Jawa Timur saat penangkapan di pinggir jalur Pantura desa Sumbersari Kec. Kragan, belum lama ini.

Berdasarkan hasil pengecekan petugas laboratorium forensik di Semarang, sabu sabu tersebut masih kalah kelas dibandingkan 15 paket sabu sabu milik jaringan Agus Sugiyono alias Iyong, dalam penggrebekan di desa Gedongmulyo Kec. Lasem, bulan September 2013 silam.

Hal itu sesuai dengan kadar kandungannya. Sabu sabu Iyong masuk kategori kelas satu. Dari sisi harga juga berbeda. Sabu sabu yang diedarkan Rustamaji seharga Rp 400 – 600 ribu per paket, sedangkan Iyong dulu menjualnya Rp 700 – 900 ribu setiap paket.

AKP Bambang Sugito menambahkan setelah Rustamaji dibekuk, polisi mengidentifikasi area pemasaran sabu sabu yang pasti sudah merambah ke pelosok pedesaan. Mengenai siapa saja pembelinya, penyidik belum bisa mengungkap, karena tersangka ngotot tidak kenal.
Meski demikian jika memilih lokasi mangkal desa Sumbersari Kec. Kragan, penyebaran sabu sabu ada keterkaitan antar dua kabupaten, dengan menyasar kawasan pelosok pedesaan. Kemungkinan tersangka mengira kalau di desa, polisi tidak akan mengawasi.

Menurutnya Satuan Reserse Narkoba bekerja sama dengan Satuan Bimbingan Masyarakat rutin menggelar sosialisasi tentang bahaya Narkoba. Paling banyak ke sekolah sekolah. Bahkan para perwira polisi juga didaulat menjadi inspektur upacara tiap Senin pagi, menghimbau pelajar menjauhi Narkoba.
Kalau pengguna sudah ketagihan, lebih susah ditanggulangi. Maka upaya pencegahan menjadi salah satu fokus perhatian kedepan.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *