Flash News
No posts found

Dampak Negatif, Camat Mengadu

Pekerja meninggikan jalur Pantura Sendangasri Kec. Lasem.

Pekerja meninggikan jalur Pantura Sendangasri Kec. Lasem.

Lasem – Peninggian jalur Pantura desa Sendangasri Kec. Lasem meresahkan masyarakat yang tinggal di pinggir jalan, karena rumah mereka rawan terendam baniir, ketika curah hujan tinggi.

Pelaksana Tugas Camat Lasem, Kukuh Purwasana menjelaskan masalah tersebut kepada Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz, di sela sela kegiatan dinamika pembangunan, di pendopo kantor kecamatan Lasem, hari Kamis (27 November 2014).

Menurut Kukuh, badan jalan cukup tinggi, sedangkan posisi rumah lebih rendah. Infrastruktur saluran air belum memadai, padahal kiriman air dari pegunungan Kajar, Sendangcoyo, Gowak dan sekitarnya sangat besar. Bulan Desember perlu diwaspadai, karena sesuai ramalan BMKG, bulan tersebut merupakan puncak musim penghujan.

Pelaksana Tugas Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyadari potensi banjir di desa desa daerah bawah kecamatan Lasem. Setelah Bina Marga meninggikan jalan dan mengeruk saluran, pihaknya memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum Kab. Rembang untuk menambah sudetan air menuju sungai Bagan, sehingga bisa terpecah menjadi dua arah. Tidak melulu mengarah ke Sendangasri – Tasiksono.

Abdul Hafidz menambahkan saat ini di sekitar KUA Lasem, saluran airnya juga baru selesai ditata. Ia berharap masyarakat ikut merawat, jangan kemudian ditutup oleh bangunan liar yang akhirnya mengakibatkan laju air terhambat.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *