Flash News
No posts found

Dibubarkan, Massa Siap Blokir Lagi

Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Kurniawan melakukan negosiasi dengan massa, sebelum penertiban.

Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Kurniawan melakukan negosiasi dengan massa, sebelum penertiban.

Bulu – Aparat TNI dan kepolisian, Kamis pagi (27 November 2014) membubarkan aksi massa yang memblokir akses jalan masuk menuju lokasi proyek pabrik semen PT Semen Indonesia, di tengah hutan, timur desa Kadiwono Kec. Bulu.
Situasipun menjadi tegang, karena warga sempat ngotot tidak mau membuka pemblokiran. Tenda yang berdiri di tengah jalan, akhirnya juga ikut dirobohkan.

Joko Priyanto, seorang warga desa Tegaldowo Kec. Gunem selaku penolak pabrik semen menceritakan aparat menertibkan massa yang kebanyakan kaum ibu ibu. Ia memprotes tindakan tersebut, karena menurutnya aparat musti bersikap netral menyikapi pro dan kontra. Lain hari, pihaknya siap memblokir lagi dengan jumlah massa lebih banyak.

Kepala Bagian Operasional Polres Rembang, AKP Cahyo Widiatmoko menegaskan aparat sama sekali tidak memihak. Polisi menilai pemblokiran jalan ke lokasi proyek pabrik adalah bentuk gangguan terhadap fasilitas umum, sehingga harus ditertibkan. Pihaknya tidak melarang aksi demo, asalkan tetap dalam batas koridor aturan. Untuk mengantisipasi kembali terjadi penutupan jalan, anggota Polres Rembang akan disiagakan di dekat tenda warga.

Sebelumnya, massa sekira 100 an orang, menutup jalan sejak Rabu pagi.
Mereka kebanyakan warga desa Timbrangan – Tegaldowo Kec. Gunem yang mengkhawatirkan operasional pabrik dan aktivitas penambangan rawan menimbulkan kerusakan lingkungan dan penurunan sumber mata air.

Saat Kapolres Rembang, AKBP Muhammad Kurniawan melakukan negosiasi, situasi berubah tegang. Saling dorongpun tak terelakkan, namun bisa cepat diredakan.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Indonesia, Agung Wiharto menyatakan pembangunan pabrik tetap dilanjutkan. Kalau ada pemblokiran berhari hari, pasti mengganggu. Kebetulan truk dan alat berat akan masuk, mereka terpaksa menunggu situasi terkendali. Menurutnya, pabrik berkapasitas 3 juta ton per tahun itu akan mulai memproduksi semen pada tahun 2017 mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *