Flash News
No posts found

Sarat Kecurigaan, Siap Bergerak

Muhammad Widad, aktivis PMII Rembang.

Muhammad Widad, aktivis PMII Rembang.

Rembang – Sejumlah aktivis di Rembang meminta presiden Joko Widodo turun tangan untuk menengahi perseteruan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Mabes Polri.

Hal itu setelah Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjoyanto ditangkap oleh petugas Badan Reserse Dan Kriminal Mabes Polri, Jumat pagi (23 Januari 2015). Bambang diamankan dengan tangan diborgol, seusai mengantar anaknya ke sekolah. Bambang disangka mengarahkan saksi untuk memberikan keterangan palsu, dalam sidang sengketa Pilkada Kota Waringin Barat Kalimantan Tengah di Mahkamah Konstitusi tahun 2010 lalu.

Muhammad Widad, aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rembang menjelaskan masalah tersebut sangat serius, kalau tidak segera diselesaikan. Jangan sampai fenomena cicak vs buaya jilid ke tiga terjadi lagi, yang akhirnya mendorong elemen masyarakat beramai ramai beraksi dan mayoritas mendukung KPK.

Menurutnya, prosedur penangkapan terhadap Bambang Widjoyanto cukup mencurigakan, diduga masih terkait penetapan tersangka calon Kapolri, Komjen Budi Gunawan oleh KPK.
Meski penanganan proses hukum bersifat pribadi, tapi wajar menyeret ke ranah dua lembaga, lantaran tidak seperti penyidikan pada umumnya. Ia tidak bisa membayangkan penangkapan kepada pejabat negara saja seperti itu, apalagi kalau menimpa warga sipil.

Muhammad Widad menambahkan ia bersama rekan rekannya tengah berkoordinasi, untuk melakukan aksi turun ke jalan, mendukung KPK. Mengenai harinya kapan, akan ditentukan dalam waktu dekat ini. Dukungan kepada KPK agar institusi tersebut semakin kuat memberantas kasus korupsi. Tapi jika pimpinan KPK terbukti melanggar kode etik, tetap harus ditindak tegas, karena kedudukan warga negara sama di depan hukum.

Dalam jumpa pers, Jumat siang, sebagaimana dikutip dari okezone.com, Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Ronny F Sompie menyatakan penangkapan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjoyanto tidak ada kaitannya dengan status tersangka calon Kapolri. Tapi semata mata untuk memproses laporan dari masyarakat, yakni calon bupati Kota Waringin Barat Kalimantan Tengah, Sugiyanto Sabran.

Sugiyanto Sabran adalah kader PDI Perjuangan, semula memenangkan Pilkada Kota Waringin Barat, tapi saat sidang di Mahkamah Konstitusi, majelis hakim membatalkan, lantaran terbukti terjadi kecurangan. Bambang Widjoyanto kebetulan menjadi penasehat hukum calon bupati lain, Ujang Iskandar yang akhirnya dilantik menjadi bupati. (MJ – 81).

1 Komentar

  1. Sarat Kecurigaan, Siap Bergerak – Mas Widad

    […] Sumber: http://radior2b.com/2015/01/23/sarat-kecurigaan-siap-bergerak/ […]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *