Flash News
No posts found

Pembangunan Mercusuar Baru, Hadapi Faktor Alam

Pekerja menyiapkan bahan material pembangunan mercusuar Pulau Gede yang diletakkan di pinggir Pantai Pasir Putih. (gambar lama) penulis berada di dekat mercusuar lama, utara Pulau Gede.

Pekerja menyiapkan bahan material pembangunan mercusuar Pulau Gede yang diletakkan di pinggir Pantai Pasir Putih. (gambar lama) penulis berada di dekat mercusuar lama, utara Pulau Gede.

Kaliori – Lantaran terancam ambruk akibat termakan usia dan gerusan ombak, menara mercusuar yang lama di sebelah utara Pulau Gede Kaliori – Rembang akan diganti mercusuar baru. Namun ombak besar menjadi kendala bagi para pekerja.

Tarko, seorang pekerja pembangunan menara mercusuar di Pulau Gede menceritakan saat hembusan angin kencang, ombakpun semakin mengganas. Pekerja terpaksa memilih berhenti dulu, karena tidak memungkinkan tetap melanjutkan pekerjaan. Ombak besar biasanya mulai muncul di atas pukul 12.00 WIB.

Mengenai berapa ketinggian mercusuar, ia tidak tahu persis. Pekerja asal Jakenan – Pati ini menyebutkan terdapat 12 orang pekerja, sementara akan membuat dasaran bagian bawah dulu. Menyangkut pengangkutan bahan material, Tarko mengungkapkan semuanya menggunakan perahu. Termasuk tiang pancang atau paku bumi, juga akan ditarik perahu dari pinggir pantai menuju Pulau Gede.
Namun harus menyesuaikan ombak reda, agar tidak membahayakan. Apalagi tiang pancang, bobotnya lumayan berat. Tarko memperkirakan selesainya mercusuar masih lama. Penggarapan dikerjakan sebelum puasa. Menjelang Lebaran, proyek sempat dihentikan dan dilanjutkan lagi setelah libur panjang Lebaran. Untuk pondasi bawah saja, butuh waktu sekira 1,5 bulan.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi Dan Informatika Kab. Rembang, Suyono mengatakan di pesisir pantai utara Kab. Rembang hanya terdapat 1 pulau. Namun gugusan karang cukup banyak, sehingga perlu rambu – rambu yang memadai.

Memang belum semua diberi tanda. Di beberapa titik dilengkapi mercusuar, lengkap dengan lampu, supaya bermanfaat bagi alur pelayaran. Tujuannya, kapal yang melintas jangan sampai terjebak menabrak karang. Suyono menimpali pembangunan mercusuar Pulau Gede ditangani langsung oleh Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.

Warsito, seorang nelayan Tasikagung menganggap tanda rambu – rambu di perairan Rembang tergolong minim. Utamanya untuk gugusan karang. Kalau nelayan lokal kemungkinan sudah hafal, sehingga bisa menghindari titik – titik rawan. Idealnya, pemerintah melengkapi, demi kelancaran pelayaran. Lebih – lebih ada dua pelabuhan besar, seperti Pelabuhan Perikanan Pantai desa Tasikagung dan Pelabuhan Tanjung Bonang Sluke, yang belakangan ramai didatangi kapal luar daerah. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *