Flash News
No posts found

Dinsos Minta Panti Isolasi 1 Psikotik, Beragam Kendalanya

Gelandangan psikotik yang terjaring, dipotong rambutnya oleh petugas Dinsosnakertrans, Jum’at siang.

Gelandangan psikotik yang terjaring, dipotong rambutnya oleh petugas Dinsosnakertrans, Jum’at siang.

Rembang – Petugas Satpol PP Kab. Rembang, Jum’at pagi (22 Juli 2016) menyisir sejumlah ruas jalan protokol di dalam kota Rembang, karena mencari seorang gelandangan psikotik yang sering mengganggu masyarakat sekitar jalan HOS. Cokroaminoto Rembang.
Setelah berjam – jam mencari, akhirnya gelandangan tersebut ketemu dan ditangkap. Padahal saat disisir beberapa hari lalu, gagal membuahkan hasil.
Totalnya ada 5 orang gelandangan diamankan. 3 orang termasuk gelandangan psikotik, sedangkan 2 lainnya merupakan gelandangan biasa, namun masih mengantongi KTP. Mereka kemudian dibawa ke kantor Dinsosnakertrans.

Prapto Rahardjo, Kepala Bidang Pelayanan, Rehabilitasi Dan Jaminan Sosial Dinsosnakertrans Kab. Rembang menjelaskan khusus gelandangan psikotik diteruskan ke Panti Rehabilitasi Pangrukti Mulyo dusun Mbesi – Rembang. Sementara untuk dua gelandangan yang teridentifikasi warga Jawa Barat, diantar menuju Terminal Rembang. Keduanya dibekali uang saku, supaya kembali ke daerah asal.

Prapto menambahkan pihaknya juga berkoordinasi dengan pengurus panti rehabilitasi, agar secara khusus mengawasi 1 gelandangan psikotik yang kerap mengganggu masyarakat. Sebisa mungkin diisolasi dulu. Pengurus panti menyatakan siap. Hanya saja panti tersebut sudah melebihi kapasitas, dengan jumlah penghuni di atas 100 orang. Selain pengawasan terbatas, pagar di panti juga terlalu pendek. Akibatnya psikotik mudah melompat dan rawan menggelandang lagi.

Sunarto, seorang warga Sawahan – Rembang menilai masalah gelandangan belum ditangani komprehensif oleh pemerintah. Saat ini terkesan masih sepotong – potong. Solusi yang mesti dipikirkan kedepan adalah menambah jumlah panti serta mengoptimalkan proses pemulihan bagi kalangan psikotik. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *