Flash News
No posts found

Fasilitas Pendidikan Minim, Rela Naik Turun Bukit

Warga dusun Banyu desa Kalitengah mengantarkan anak sekolah ke desa Pamotan.

Warga dusun Banyu desa Kalitengah mengantarkan anak sekolah ke desa Pamotan.

Pancur – Minimnya fasilitas pendidikan, membuat warga dusun Banyu desa Kalitengah Kec. Pancur harus berjuang naik turun bukit menuju desa Pamotan, untuk bisa bersekolah.

Di dusun tersebut, sementara ini hanya terdapat sebuah Sekolah Dasar. Sedangkan sekolah PAUD dan TK belum ada.

Kepala Dusun Banyu desa Kalitengah, Dihar Suwito, Jum’at pagi (22 Juli 2016) menjelaskan ada sekira 15 anak yang bersekolah PAUD maupun TK ke desa Pamotan. Tiap pagi beberapa anak berjalan kaki, kemudian diantar naik sepeda motor atau menumpang truk. Sampai sekarang pihak dusun belum sanggup memfasilitasi pendirian PAUD – TK. Selain kendala anggaran dan tenaga pendidik, keterbatasan calon murid juga masih menjadi bahan pertimbangan.

Dihar Suwito mengakui kalau melihat perjuangan anak – anak bersekolah seperti itu, memang cukup kasihan. Apalagi ketika cuaca buruk, kondisi alam membuat mereka terkadang harus membolos. Diperparah lagi akses jalan yang masih memprihatinkan. Ia memperinci jarak antara dusun Banyu dengan desa Pamotan, sekira 2,5 kilo meter.

Sampai saat ini baru 1 kilo meter yang jalannya dicor beton, itupun hasil swadaya pengusaha – pengusaha tambang. Sedangkan sisanya masih berupa jalan tanah dan selalu becek tiap hujan. Menurut informasi yang ia terima, status jalan menempati lahan Perhutani. Dana desa maupun anggaran pemerintah konon tidak bisa untuk memperbaiki ruas jalan itu. Apakah antara Perhutani dengan pemerintah masih ada miskomunikasi, dirinya juga belum tahu persis. Dihar sebatas berharap kedepan kondisi jalan akan lebih baik, karena alternatif jalan lain, dari dusun Banyu ke desa Kalitengah, justru lebih buruk.

Camat Pancur, Suharto menganggap perlu ada koordinasi intensif dengan Perhutani, guna mengetahui kejelasan perbaikan jalan menuju dusun Banyu. Menurutnya, infrastruktur jalan di daerah pelosok, wajib mendapatkan prioritas penanganan. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *