Flash News
No posts found

Pengurus Olahraga Muay Thai Terbentuk, Langsung Dihadang Tantangan

Pengurus KONI Kab. Rembang bersama dengan sejumlah pengurus cabang Muay Thai yang baru saja terbentuk. (gambar atas) Di kota besar, olahraga Muay Thai mulai digemari kalangan wanita.

Pengurus KONI Kab. Rembang bersama dengan sejumlah pengurus cabang Muay Thai yang baru saja terbentuk. (gambar atas) Di kota besar, olahraga Muay Thai mulai digemari kalangan wanita.

Rembang – Pengurus Cabang olahraga Muay Thai di Kab. Rembang memiliki tantangan berat, untuk mengembangkan olahraga keras tersebut. Karena masih asing di tengah masyarakat, pengurus dituntut jeli menerapkan strategi agar Muay Thai bisa menarik perhatian para pecinta olahraga.

Hal itu menjadi bagian fokus pembahasan, ketika berlangsung pembentukan pengurus cabang olahraga Muay Thai Kab. Rembang di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kab. Rembang, Jum’at sore (22/07).

Ketua terpilih Pengcab Muay Thai, Yon Suprayoga menjelaskan dalam waktu dekat ini pihaknya ingin membuka arena Muay Thai, sebagai embrio mengembangkan jenis bela diri tinju bebas asli negara Thailand itu.

Dalam waktu jangka pendek, promosi digencarkan. Yang penting warga mengenal dan mau mencoba dulu. Setelah itu baru mengarahkan bagaimana meraih prestasi. Kebetulan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tahun 2018, cabang olahraga Muay Thai sudah dilombakan. Harapannya, ada atlet yang mau bergabung. Tentu tidak mungkin pengurus menggulirkan program kerja, jika belum ada atletnya. Meski tantangan cukup berat, namun pria asal Lasem ini optimis Muay Thai kelak akan digemari masyarakat.

Rita Wulansari, seorang petinju wanita dari dusun Kedungombo desa Sumberejo, Rembang menuturkan sejumlah petinju di Kab. Rembang belakangan mulai tertarik menekuni Muay Thai. Apalagi setelah mereka pernah mencoba ikut perlombaan Muay Thai dan ternyata merebut juara I. Artinya peluang cabang olahraga tersebut masih terbuka. Kebetulan di cabang tinju sendiri, atlet asal Kab. Rembang sulit bersaing dengan daerah – daerah lain di Jawa Tengah, yang lebih matang persiapannya. Rita mendukung pembentukan pengurus cabang olahraga Muay Thai, agar bisa menjadi alternatif pengembangan atlet tinju. Tapi harus didukung pula pelatih dan sarana latihan yang memadai.

Rita mengisahkan pengalamannya ikut even Muay Thai di Samarinda – Kalimantan Timur. Turun di kelas 51 kilo gram, ia sukses merebut juara I. Dengan terbentuknya pengurus Muay Thai diisi orang – orang yang berkompeten dari berbagai latar belakang profesi, Rita yakin bisa membesarkan olahraga Muay Thai.

Wakil Ketua KONI Bidang Prestasi Kab. Rembang, Heri Setyo Nugroho menjelaskan sebagai cabang olahraga baru, ia mendorong pengurus yang terbentuk lebih serius menata organisasi dan memberikan prestasi. Bisa saja masuk ke sekolah – sekolah, untuk mencari bibit unggul.
Kalau Muay Thai melejit, biasanya grade akan naik dan mampu bersaing dengan cabang olahraga lain yang lebih dulu dikenal. Kenaikan grade juga berpengaruh terhadap besar kecil kucuran anggaran bagi cabang olahraga yang bersangkutan.

Pria asal desa Pamotan ini menyarankan pengurus segera menyusun program kerja dan mengajukan usulan anggaran. Harapannya dalam Porprov 2018, kontingen Kab. Rembang sudah mengirimkan atlet cabang Muay Thai.

Heri Setyo menambahkan di kota – kota besar, bela diri Muay Thai mulai menjadi trend. Justru banyak peminat dari kalangan wanita. Olahraga yang mengkombinasikan tendangan, pukulan dan sikutan itu, tidak hanya menyehatkan badan dan membekali ketrampilan bela diri, namun juga dipercaya mampu melangsingkan sekaligus menunjang pembentukan tubuh yang ideal. (MJ – 81).

2 Komentar

  1. Redaksi

    Selamat Pagi, sekedar informasi untuk Sahabat R2B.

    Karena Admin dan 1 reporter lainnya ikut Porwanas di Bandung – Jawa Barat, mulai tanggal 24 – 31 Juli 2016, website Radio R2B untuk sementara belum bisa update beritanya ya..Mohon dimaklumi, karena keterbatasan personel kami. Insyaallah mulai Senin 01 Agustus 2016, kita bisa jumpa kembali…See UUUU.

    Thanks

  2. Moh Salim

    wong Rembang jebule ayu-ayu yo. mas musa pancen jeli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *