Flash News
No posts found

Siap Bertolak Ke Jakarta, Emban Misi Penyelamatan

Kesibukan pegawai Perhutani KPH Kebonharjo, belum lama ini. Beberapa masalah akan disuarakan oleh para pegawai, dalam aksi demo di Jakarta.

Kesibukan pegawai Perhutani KPH Kebonharjo, belum lama ini. Beberapa masalah akan disuarakan oleh para pegawai, dalam aksi demo di Jakarta.

Rembang – Serikat Karyawan Perhutani dijadwalkan akan bertolak ke Jakarta, hari Rabu (03/08) untuk menggelar aksi demo dengan misi penyelamatan Perhutani.

Targetnya, masing – masing Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) mengirimkan 50 orang. Termasuk dari KPH Mantingan maupun KPH Kebonharjo.

Ketua Serikat Karyawan KPH Kebonharjo, Anwar Rifa’i, Senin siang (01 Agustus 2016) menjelaskan pihaknya sudah menyampaikan rencana tersebut kepada jajaran tingkat bawah, agar mereka sama – sama menyatukan tekad, demi kemajuan kedepan. Nanti peserta demo berkumpul di setiap kantor KPH terlebih dahulu, setelah itu langsung bertolak ke Jakarta. Diharapkan Kamis (04/08) sudah tiba di Ibu Kota, guna menyampaikan aspirasi.

Anwar Rifa’i menambahkan ada 3 lokasi yang akan dituju Serikat Karyawan Perhutani, diantaranya Kantor Perum Perhutani, kantor Kementerian Kehutanan dan kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Menurutnya, topik besar penyelamatan Perhutani, mencakup banyak hal. Mulai dari perbaikan manajemen yang lebih profesional dan peningkatan kesejahteraan karyawan.

Sementara itu, seorang anggota Polisi Teritorial KPH Kebonharjo yang enggan diungkapkan namanya menjelaskan ada dua masalah pokok, perlu ditanggapi oleh pejabat pusat. Ia menyebutkan tentang penunjukan posisi Direktur Utama Perum Perhutani, idealnya berasal dari dalam Perhutani sendiri, supaya memahami masalah. Jangan sampai diserahkan kepada politikus kader partai politik, lantaran dikhawatirkan membuat perusahaan sulit maju, akibat tarik ulur kepentingan politik.

Ia mencontohkan beberapa tahun sebelumnya, pencairan uang premi bonus produksi untuk karyawan selalu lancar. Tapi uang bonus tahun 2015 yang mustinya dibagikan tahun 2016, sampai sekarang tak jelas kapan dibagikan. Nominalnya lumayan, karena pegawai rendahan saja bisa menerima rata – rata Rp 1,5 juta. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *