Flash News
No posts found

Dibalik Sujud Syukur Dan Siapa Tersangka Paling Aktif Kasus Maguan

Tersangka pelaku kasus Curas di desa Maguan dikawal polisi. (gambar atas) rincian pembagian uang hasil kejahatan, mengacu pengakuan para tersangka.

Tersangka pelaku kasus Curas di desa Maguan dikawal polisi. (gambar atas) rincian pembagian uang hasil kejahatan, mengacu pengakuan para tersangka.

Kaliori – Polres Rembang sampai hari Selasa (02 Agustus 2016) belum menemukan indikasi keterlibatan anggota keluarga korban, dalam pengungkapan kasus perampokan pedagang emas, H. Sarno (54 tahun), warga desa Maguan Kec. Kaliori.

Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, AKP Eko Adi Pramono mengatakan dari 5 orang tersangka yang ditangkap, tidak ada satupun memiliki hubungan kekeluargaan dengan korban. Mereka warga luar desa Maguan, serta memiliki tugas berbeda – beda. SW warga desa Kuniran Kec. Batangan – Pati menentukan sasaran korban dan menggambar denah TKP. SW pada tanggal 15 Mei 2016 meminta bantuan tersangka lain, berinisial UB dan TN untuk menjalankan aksi.

Tersangka sebelumnya mengadakan pertemuan pertama di warung nasi goreng desa Kuniran Kec. Batangan Kab. Pati, kemudian diteruskan survey ke sekitar rumah korban, tanggal 28 Mei 2016. Selanjutnya tanggal 29 Mei 2016 pukul 00.10 WIB, tersangka pelaku berkumpul di dekat kantor Balai Penelitian Pertanian Kec. Jaken – Pati, untuk mematangkan persiapan. Tersangka yang bertugas masuk ke dalam rumah korban yakni AG (38 tahun) warga dusun Majol desa Binangun Kec. Singgahan Kab. Tuban, UB (29 tahun) warga desa Lundo Kec. Jaken – Pati, JN warga desa Sidonganti Kec. Kerek Kab. Tuban – Jawa Timur dan TN dari Ngawen Kab. Blora. Khusus JN sudah lebih dulu ditahan Polres Tuban – Jawa Timur atas keterlibatan kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) di Tuban. Sedangkan TN asal Ngawen – Blora masih dalam pengejaran.

Dua tersangka lain, GN dan HD warga desa Lundo Kec. Jaken – Pati bertugas mengantarkan para tersangka menuju TKP. GN sampai sekarang juga masih masuk DPO.

Tersangka masuk lewat pintu belakang rumah korban, sambil mengenakan penutup muka. AG dan TN lalu menyekap H. Sarno, sedangkan UB dan JN menyekap Hj. Damisih, isteri H. Sarno.

Begitu berada di dalam rumah, tersangka AG, warga desa Binangun Kec. Singgahan Kab. Tuban diduga paling aktif. AG yang menendang perut Hj. Damisih, sambil meminta ditunjukkan kunci brankas. AG pula yang menyeret dan membenturkan kepala H. Sarno hingga korban tewas. Brankas berhasil dibuka, kemudian tersangka menguras seluruh isinya. Seusai merampok, para tersangka dijemput oleh GN dan HD. Mereka naik sepeda motor menuju jalur Pantura, langsung berpencar ke arah barat dan timur.

Barulah pada keesokan harinya, Minggu (29/05) sekira pukul 08.30 WIB, anak korban Maghfiroh dan Ahmad Sodiqin memergoki H. Sarno dan Hj. Damisih dalam keadaan tergeletak. Hj. Damisih selamat, meski sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang. Namun H. Sarno meninggal dunia, akibat luka parah di bagian kepala.

AKP Eko Adi Pramono menceritakan kisah penangkapan kali pertama tersangka UB, kemudian mengembang pada tersangka AG. Keduanya kabur ke Jakarta. Begitu berhasil membekuk AG, ia langsung sujud syukur, lantaran AG termasuk pemain penting dalam kasus tersebut.

Menurut Eko, selain dua DPO selaku eksekutor dan joki pengantar masih terus dikejar, polisi juga memburu tersangka penadah barang – barang hasil curian, yang identitasnya telah diketahui. Semua emas dijual di Jakarta, melalui perantara TG (32 tahun), warga desa Kemasan Kec. Cinangka Kab. Serang – Banten.

Dari uang tunai dan hasil penjualan emas milik korban, tersangka mengaku memperoleh jatah bagian bervariasi. Antara Rp 9 sampai dengan Rp 20 juta. Tersangka sampai Selasa sore masih diinterogasi penyidik Reskrim Polres Rembang. Penyidik ingin mendalami kemungkinan adanya tersangka lain. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *