Flash News
No posts found

Proyek Pemecah Gelombang Telan Korban, 1 Tewas

Warga mengobrol di pinggir Pantai Jatisari Kec. Sluke.

Warga mengobrol di pinggir Pantai Jatisari Kec. Sluke.

Sluke – Seorang warga desa Jatisari Kec. Sluke meninggal dunia, saat menonton pengerjaan proyek tambatan perahu dan talud pemecah gelombang di pinggir pesisir pantai.

Korban yang bernama Suyit (48 tahun) warga desa setempat itu, tewas lantaran tertimpa kayu bangunan “angkruk” atau pos nelayan.

Awalnya Senin (01/08) pukul 09.00 pagi, Suyit bersama sejumlah warga lain melihat aktivitas operator alat berat beckhoe yang berada di bibir pantai. Diduga alat berat mengenai bangunan angkruk dan langsung roboh. Saat kayu blandar ambruk, menimpa punggung korban. Suyitpun jatuh tergeletak, selanjutnya dibawa ke Puskesmas Sluke. Lantaran kondisinya memburuk, korban dirujuk ke rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang. Namun Senin malam yang bersangkutan menghembuskan nafas terakhir. Jenazah korban baru dimakamkan Selasa pagi (02 Agustus 2016) di makam umum desa setempat.

Kepala Desa Jatisari Kec. Sluke, Subaedi menjelaskan aparat desa sudah berembug dengan perwakilan keluarga mengenai peristiwa tersebut. Karena dianggap sebagai musibah yang tidak bisa diprediksi sebelumnya, menurut Subaedi tak bisa menyalahkan pihak tertentu. Apalagi kebetulan situasi sekitar lokasi proyek memang cukup ramai masyarakat. Meski demikian pemerintah desa Jatisari tetap berusaha menggalang uang santunan untuk keluarga korban, sebagai wujud rasa bela sungkawa.

Subaedi menambahkan dalam beberapa hari kedepan, proyek pembangunan tambatan perahu dan talud pemecah gelombang dihentikan sementara, karena masih dalam suasana duka.

Nantinya akan kembali dilanjutkan. Khusus bolder pemecah gelombang panjangnya sekira 150 meter, sedangkan tambatan perahu semula sudah ada 1 titik. Namun konstruksinya mulai rusak, akibat terjangan ombak besar. Tambatan perahu dibangun di lokasi baru, sepanjang 120 meter. Kelak jika ada dana lagi, akan diperpanjang untuk melindungi perahu nelayan dari ancaman ombak besar, terutama pada waktu musim angin timuran. Bagi nelayan, fungsi dari dua proyek itu sangat penting.

Agar tidak menimbulkan korban susulan, panitia pembangunan talud dan tambatan perahu menghimbau warga jangan mendekati lokasi proyek. Kalaupun ingin menonton, disarankan melihat dari kejauhan saja. Selain demi keamanan warga sendiri, hal itu bertujuan memperlancar kegiatan proyek, agar selesai tepat waktu. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *