Flash News
No posts found

Sebelum Merampok Tancapkan Keris Ke Tanah, Tersangka Ungkap Alasannya

Kapolres Rembang, AKBP Sugiarto bersama jajaran, Selasa pagi menggelar jumpa pers terkait pengungkapan kasus Curas di desa Maguan. (gambar atas) barang bukti keris dan perhiasan yang diamankan polisi.

Kapolres Rembang, AKBP Sugiarto bersama jajaran, Selasa pagi menggelar jumpa pers terkait pengungkapan kasus Curas di desa Maguan. (gambar atas) barang bukti keris dan perhiasan yang diamankan polisi.

Rembang – Polres Rembang membongkar kasus perampokan rumah pedagang emas di desa Maguan Kec. Kaliori. 5 orang tersangka dibekuk, dua diantaranya ditembak kakinya. Dari hasil pengembangan, para tersangka merupakan jaringan berbahaya lintas provinsi.

Kasus perampokan pedagang emas di desa Maguan sempat menjadi sorotan masyarakat, karena tersangka menghabisi nyawa korban, H. Sarno (54 tahun). Harta benda korban berupa uang tunai Rp 60 juta dan perhiasan seberat 2 kilo gram senilai Rp 740 juta, turut dibawa kabur pelaku.

Peristiwa berdarah itu terjadi pada Minggu lewat tengah malam, 29 Mei 2016 silam. Setelah melewati penyelidikan selama dua bulan, Polres Rembang yang dibantu Unit Jatanras Polda Jawa Tengah, meringkus 5 orang tersangka pelaku.

Kelimanya masing – masing berinisial SW (46 tahun) warga desa Kuniran Kec. Batangan Kab. Pati, AG (38 tahun) warga dusun Majol desa Binangun Kec. Singgahan Kab. Tuban – Jawa Timur, UB (29 tahun) dan HD (33 tahun) warga desa Lundo Kec. Jaken Kab. Pati, serta TG (32 tahun) warga Kampung Bojong Bunar desa Kemasan Kec. Cinangka Kab. Serang – Banten. 4 tersangka pelaku merupakan residivis kambuhan. Ada 1 tersangka lain, berinisial JN (34 tahun) warga desa Sidonganti Kec. Kerek Kab. Tuban – Jawa Timur, sudah lebih dulu ditahan Polres Tuban, lantaran terlibat kasus serupa di Tuban. Ternyata antar tersangka sudah saling mengenal, pada waktu sama – sama dipenjara di Rutan Pati dan Tuban.

Kebetulan pelaku yang menetapkan calon korban dan menggambar denah sasaran adalah SW. Ia tahu persis bagaimana rutinitas korban, lantaran bertempat tinggal di desa Kuniran Kec. Batangan Pati. Korban sendiri berjualan emas di Pasar Kuniran. SW yang berstatus dua kali residivis kasus penipuan dan penggelapan ini, mengaku memperoleh bagian uang Rp 9 juta. Uangnya digunakan untuk berobat dan mencukupi kebutuhan rumah tangga.

Sebelum beraksi, uniknya para tersangka menancapkan sebuah keris di pekarangan belakang rumah korban. Cara itu diyakini untuk menyebarkan pengaruh ilmu hipnotis (sirep), agar membuat korbannya pulas tertidur. Ketika berada di dalam rumah, komplotan tersangka beraksi selama 1,5 jam. Setelah itu, langsung berpencar, guna menghindari kejaran aparat kepolisian.

Kapolres Rembang, AKBP Sugiarto mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan maupun keterangan saksi korban, anggotanya bergerak ke Tuban, Banten, Jakarta dan Pati, untuk menangkap tersangka. Polisi harus berpindah – pindah selama dua Minggu, sambil dibackup oleh 5 Polda. Mulai Polda Jawa Tengah, Jawa Timur, Metro Jaya, Polda Jawa Barat dan Polda Banten. Saat penangkapan, dua tersangka berusaha melawan petugas, sehingga aparat melumpuhkannya dengan timah panas.

AKBP Sugiarto menambahkan kelompok lintas provinsi ini juga sudah beberapa kali beraksi di wilayah Kab. Pati, Blora dan Tuban – Jawa Timur. Dari tangan para tersangka, polisi mengamankan barang bukti dua unit sepeda motor, perhiasan hasil curian dan barang – barang yang dibeli dari hasil kejahatan. Diantaranya seperti DVD player, sound system, pakaian dan satu set sepatu roda lengkap dengan pelindung lutut.

Tersangka akan dijerat pasal 338 subsider pasal 365 ayat 4 KUHP, dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara selama – lamanya 20 tahun. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *