Flash News
No posts found

Berkas Kasus Maguan Dipecah, Penyidik Beberkan Alasannya

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Eko Adi Pramono (berdasi) menjelaskan peran para tersangka dalam kasus Curas desa Maguan.

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Eko Adi Pramono (berdasi) menjelaskan peran para tersangka dalam kasus Curas desa Maguan.

Kaliori – Penyidik Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang membedakan berita acara pemeriksaan (BAP) 5 tersangka kasus perampokan yang menewaskan H. Sarno, seorang pedagang emas warga desa Maguan Kec. Kaliori.

Hal itu karena peran atau tugas masing – masing tersangka berbeda. Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, AKP Eko Adi Pramono menjelaskan keputusan apakah berkas pemeriksaan menjadi satu atau secara terpisah, penyidik melakukan gelar perkara terlebih dahulu.

Kasat Reskrim yang didampingi Kepala Unit I, Ipda Arif Kristiawan membeberkan ada 3 berita acara pemeriksaan. Diantaranya untuk tersangka berinisial SW (46 tahun) warga dusun Babadan desa Kuniran Kec. Batangan – Pati yang menggambar denah lokasi dan menyuruh perampokan, berkasnya sendiri.

Kemudian berkas kedua diisi tersangka HD dan UB warga desa Lundo Kec. Jaken – Pati, AG warga desa Binangun Kec. Singgahan Kab. Tuban – Jawa Timur menjadi satu berkas, diduga berperan sebagai pengantar dan eksekutor korban. Eksekutor diancam hukuman antara 20 tahun sampai seumur hidup atau hukuman mati.

Khusus TG (32 tahun) warga desa Kemasan Kec. Cinangka Kab. Serang – Banten yang diduga merupakan perantara menjualkan emas hasil perampokan, dikenakan pasal penadahan barang, dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

Jika dilihat kadar kesalahan, tersangka SW, warga desa Kuniran Kec. Batangan – Pati yang menjadi inisiator perampokan, terancam hukuman paling berat, dibandingkan tersangka pelaku lain.

Kasat Reskrim enggan memperinci ancaman hukuman, biarlah kelak hakim yang akan menilai. Hanya saja kejadian itu memang termasuk kasus menonjol. Saat ini pihaknya masih fokus melakukan pemeriksaan. Penyidik berhak menahan tersangka selama 20 hari kedepan. Apabila berkas belum selesai, bisa diperpanjang, sampai nantinya dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum.

Kalau melihat rekam jejak para tersangka, sebagian kalangan bisa jadi langsung terhenyak. Pasalnya hampir semua merupakan residivis alias pernah masuk penjara. TG misalnya, perantara penjualan barang curian masih memiliki tunggakan perkara di Polres Pati dalam kasus penganiayaan yang mengakibatkan korbannya tewas, kemudian UB mempunyai tunggakan kasus pencurian di Polres Tuban. Begitu pula eksekutor berinsial AG, warga desa Binangun Kec. Singgahan – Tuban, yang membenturkan kepala korban H. Sarno, memiliki setumpuk tunggakan kasus pencurian di Polres Tuban dan Polres Blora. Kelak begitu bebas dari Rutan Rembang, sejumlah Polres lain siap menangkap mereka lagi. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *