Flash News
No posts found

Kisah Guru Esti Dihadang Begal, Helm Sampai Pecah

Korban Esti Dwi Wahyuni saat dibawa ke rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang, Jum’at malam.

Korban Esti Dwi Wahyuni saat dibawa ke rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang, Jum’at malam.

Rembang – Pelaku kejahatan beraksi di jalan antara desa Ngadem Kec. Rembang Kota dengan desa Pragu Kec. Sulang, Jum’at (05/08) sekira pukul 22.30 WIB. Pelaku menggasak sepeda motor dan barang – barang berharga milik korban, Esti Dwi Wahyuni (25 tahun), warga dusun Sering desa Randuagung Kec. Sumber.

Esti yang merupakan guru honorer di SD N II Kutoharjo – Rembang, semula melintas di jalur sepi tersebut sendirian. Ia bermaksud akan pulang ke dusun Sering, setelah seharian sibuk memberikan jasa les privat di Rembang.

Begitu sampai selatan desa Ngadem, tiba – tiba muncul dua orang pelaku memepet dan menghentikan motornya, sambil terus mengancam. Helm korban pecah, diduga bekas terkena sabetan senjata tajam atau balok kayu.

Setelah korban berhenti, motor Yamaha Mio J milik korban diminta paksa. Pelaku juga menggondol tas korban berisi laptop, HP dan uang jutaan rupiah. Uang sebanyak itu merupakan uang tabungan siswa. Usai beraksi, tersangka langsung kabur.
Korban akhirnya ditolong warga ke rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang, karena yang bersangkutan menderita luka – luka lebam, akibat pukulan pelaku. Esti juga tampak shock berat.

Kasubag Humas Polres Rembang, AKP Suradi ketika dikonfirmasi Sabtu siang (06 Agustus 2016) membenarkan peristiwa itu. Menurutnya, masyarakat harus lebih waspada saat melintasi ruas jalan yang sepi, terutama bagi kaum wanita. Akan lebih baik jangan sendirian, untuk mengurangi potensi menjadi sasaran tindak kejahatan.
Polisi sebatas mengimbangi dengan peningkatan patroli. Karena lokasi tersebut berada di titik perbatasan dua kecamatan, nantinya Polsek Sulang dan Polsek Rembang Kota bisa saling bekerja sama dalam patroli beranting, pada jam – jam rawan kriminalitas.

AKP Suradi menambahkan usai pencegatan korban, informasi kejadian langsung disebar ke seluruh jajaran Polsek. Namun sampai Sabtu siang, pelaku kasus pencurian dengan kekerasan (Curas) yang menimpa guru Esti belum teridentifikasi.

Sementara itu, Sumarno, warga desa Seren Kec. Sulang mengungkapkan jalur antara Ngadem – Pragu – Seren gelap pada malam hari, karena minim penerangan jalan umum. Tak heran jika ruas jalan itu terkenal rawan kejahatan. Ia mendesak Pemkab Rembang menangani. Paling tidak perlu 3 – 5 titik lampu. Kalau kondisinya terang, kemungkinan para pelaku akan berpikir ulang ketika ingin melancarkan aksinya. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *