Flash News
No posts found

Minim Gebrakan, Rembang Kalah Gebyar

Beginilah kondisi Jalan Dr. Sutomo Rembang pada malam hari. Ruas jalan tersebut merupakan salah satu akses penting di dalam kota.

Beginilah kondisi Jalan Dr. Sutomo Rembang pada malam hari. Ruas jalan tersebut merupakan salah satu akses penting di dalam kota.

Rembang – Kota Rembang pada malam hari dianggap kalah penampilan, dibandingkan beberapa daerah tetangga, seperti kota Pati, Kudus maupun Tuban – Jawa Timur.

Suasana kota Rembang jauh dari gebyar sebagai ibu kota sebuah kabupaten. Selain minim inovasi pernak – pernik lampu, hal itu juga diperparah banyaknya lampu penerangan jalan umum di jalan protokol yang padam.

Pramanca, seorang warga desa Dorokandang Kec. Lasem mengaku hampir setiap malam melintas di kawasan dalam kota Rembang. Sesuai pengamatannya dari tahun ke tahun, gebyar kota Rembang pada malam hari, seperti tidak mendapatkan perhatian serius dari Pemkab setempat. Ia lalu mempertanyakan kinerja dinas terkait, yang gagal memberikan gebrakan. Hanya kawasan Alun – Alun Rembang saja yang sudah tampak ada perubahan mencolok. Pramanca membandingkan dengan kota Pati, di sana ada air mancur warna – warni, lampu hias banyak bertebaran dan estetika taman menjadi ciri khas tersendiri. Kalau ia melihat seperti itu, kota Rembang menurutnya kalah jauh. Ia berharap dibawah pemerintahan Hafidz – Bayu, Rembang kelak akan lebih terasa gebyarnya pada malam hari.

Menanggapi masalah tersebut, Kepala Bidang Tata Ruang Dan Pertamanan DPU Kab. Rembang, Endro Riyadi menegaskan Bupati maupun Wakil Bupati sekarang memiliki komitmen tinggi, untuk menata wajah kota Rembang.

Kali pertama akan menyeragamkan trotoar dan jalur hijau di dalam kota. Setelah beres, barulah merancang penambahan lampu aksesoris. Tahun 2016 ini pihaknya mesti melakukan perencanaan dulu. Perkiraan butuh anggaran Rp 200 juta, termasuk mematangkan kajian kawasan pecinan Gambiran desa Sumberejo sebagai pusat kuliner. Terkait penggarapan proyek baru dikerjakan mulai tahun 2017 mendatang, apabila rencana detailnya tuntas.

Endro Riyadi menambahkan sempat mendengar usulan dari warga, bagaimana kalau pohon palem di sepanjang Jl. Pemuda diberi lilitan lampu hias. Ada pula gagasan di tengah – tengah Jl. Dr. Sutomo dipasangi lampu hias, seperti di sekitar Simpang Lima Semarang. Masukan dari warga akan ditampung untuk bahan usulan anggaran.
Memang butuh anggaran besar, tinggal nantinya disetujui atau tidak, ketika pembahasan bersama DPRD. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *