Flash News
No posts found

Siswa Menghilang, Begini Tanggapan Sekolah

Guru SMP Annawawiyah Tasikagung, Senin pagi menunjukkan foto siswanya yang menghilang, seraya berharap bantuan masyarakat.

Guru SMP Annawawiyah Tasikagung, Senin pagi menunjukkan foto siswanya yang menghilang, seraya berharap bantuan masyarakat.

Rembang – Pihak SMP Annawawiyah Tasikagung – Rembang menyatakan menghilangnya salah satu siswa kelas IX, Muhammad Jauhar Fawaid (14 tahun), tidak terkait dengan sekolah, karena peristiwa terjadi di rumah siswa dan bersamaan dengan masa liburan kenaikan kelas.

Kepala Sekolah SMP Annawawiyah, H. Dwi Parwaningsih, Senin pagi (08 Agustus 2016) menyebutkan saat menerima informasi orang tua murid, pihaknya juga kaget, tak mengira Fawa, demikian panggilan akrabnya, kabur dari rumah. Meski demikian, sekolah tetap ikut membantu mencari, karena yang bersangkutan tercatat masih sebagai siswa SMP An Nawawiyah.

Guru menggalang informasi dari teman – teman sekelas Fawa. Sejauh ini mereka belum ada yang mengetahui di mana keberadaan Fawa. Ia pribadi berharap Fawa segera pulang. Selain ditunggu – tunggu oleh keluarganya, tentu sangat disayangkan kalau tidak sampai melanjutkan sekolahnya. Apalagi sudah menginjak kelas IX. Menurutnya, peran serta masyarakat dibutuhkan, apabila menjumpai remaja tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Siti Djumiati (36 tahun), seorang ibu di dusun Karangmencol desa Sumberejo – Rembang berupaya mencari anaknya, Muhammad Jauhar Fawaid ke berbagai lokasi di Rembang hingga Semarang.

Karena tak kunjung ketemu, Siti melapor kepada Polres Rembang, untuk membantu menyebarkan informasi. Ia juga melampirkan selebaran berisi foto anaknya disertai ciri ciri tinggi badan sekira 160 CM, potongan rambut pendek, terakhir kali mengenakan celana pendek warna hitam dan kaos bola warna biru.

Ketika ditanya apa penyebab anaknya menghilang, wanita ini mengaku tidak tahu secara pasti. Namun sebelum pergi, neneknya sempat bertanya kepada Fawa, terkait keberadaan sejumlah uang yang mendadak raib dan Fawa waktu itu menjawab tidak mengambilnya.

Baru seusai sholat Maghrib, sang anak tak terlihat lagi di rumah. Praktis, sejak kepergian tanggal 10 Juli sampai sekarang, sudah hampir sebulan. Siti hanya bisa berdo’a anaknya lekas pulang, dalam keadaan selamat. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *