Flash News
No posts found

Solidaritas Untuk Bakul Susu, Berakhir Manis

Demo warga menentang penyegelan kafe its Milk, dengan membawa replika blender. (gambar atas) salah satu poster yang dibawa pendemo, Kamis siang.

Demo warga menentang penyegelan kafe its Milk, dengan membawa replika blender. (gambar atas) salah satu poster yang dibawa pendemo, Kamis siang.

Rembang – 200 an warga, Kamis pagi (11 Agustus 2016) menggeruduk Kantor Bupati Rembang. Mereka memprotes penyegelan kafe susu yang dianggap sewenang – wenang.

Massa mengatasnamakan Solidaritas Rakyat Untuk Bakul Susu mengawali long march dari Kafe Its Milk, sebuah kafe yang menjual aneka minuman susu, di pinggir jalan Dr. Sutomo Rembang. Beberapa waktu lalu, kafe tersebut disegel oleh tim gabungan Pemkab Rembang. Pendemo terdiri dari pegawai kafe, kaum buruh dan pedagang kaki lima, berjalan kaki menuju Kantor Bupati yang berjarak sekira setengah kilo meter. Begitu sampai, pendemo memajang replika blender berukuran raksana di halaman Kantor Bupati. Blender menjadi simbol, karena salah satu alasan penyegelan kafe dipicu suara blender saat meracik minuman, mengganggu tetangga sebelah yang kebetulan rumah dinas dan ditempati Ketua Pengadilan Negeri Rembang.

Mereka juga membentangkan poster berisi manfaat susu bagi kesehatan, serta kecaman terhadap penyegelan kafe yang dinilai tidak pro terhadap usaha mikro.

Ngatono, seorang pendemo dalam orasinya menyuarakan penyegelan merupakan bentuk diskriminasi. Ia membandingkan usaha lain tidak berizin, sampai sekarang tetap bebas beroperasi. Ngatono meminta keadilan, apalagi kafe Its Milk tidak pernah merusuhi APBD.

Orator lainnya, Suparno menyatakan demo ini merupakan kali pertama, pasca pelantikan kepala daerah, Hafidz – Bayu. Ia menuntut segel yang menghalangi kafe Its Milk dibuka. Jika tidak, dirinya mengancam akan menggelar demo lebih besar.

Manajer Kafe Its Milk dari Semarang, Muhammad Syaeful Hidayat membeberkan pihaknya sudah berusaha mengurus izin. Mayoritas lingkungan sekitar mendukung. Tapi hanya ada satu warga yakni Ketua Pengadilan Negeri menolak, dengan alasan terganggu suara bising blender.

Pengelola memilih memindahkan tempat meracik susu ke halaman depan, guna mengurangi efek gangguan suara. Sayangnya, belum sempat digunakan, usaha keburu ditutup Satpol PP. Syaeful Hidayat menambahkan selama libur dua Minggu, 25 orang pegawai Its Milk dirumahkan sementara. Gaji mereka tetap dibayarkan, meski tak sebesar dulu.

Massa akhirnya ditemui Asisten I Sekda Rembang, Subhakti. Subhakti menuturkan pihaknya perlu mengecek, apakah kafe Its Milk termasuk usaha mikro atau usaha kecil. Hal itu penting, lantaran prosedur pengurusan izin berbeda.

Subhakti kemudian mengajak perwakilan pendemo, untuk menggelar pertemuan. Dalam pertemuan terungkap bahwa kafe Its Milk memiliki modal dibawah Rp 50 juta, sehingga termasuk kategori usaha mikro. Maka tidak perlu melengkapi syarat izin gangguan (HO), namun hanya cukup mengantongi izin dari kelurahan dan kecamatan.

Setelah massa membubarkan diri, 1 jam kemudian Satpol PP melepas segel di kafe Its Milk. Namun pihak pengelola kafe harus menandatangani surat pernyataan berisi kepatuhan jam buka maksimal pukul 22.00 WIB, menata parkir kendaraan dengan tertib, apabila ada rehab bangunan dilakukan siang hari, memberikan batas penyekat di sisi timur, serta menjaga etika kesopanan dengan warga sekitar.

Kamis sore, Bupati Rembang, Abdul Hafidz melalui sambungan telefon angkat bicara, menanggapi aksi demo. Ia menegaskan penyegelan kafe bukan karena izin dipersulit, tapi lantaran ada yang merasa terganggu, sehingga Pemkab harus bertindak.

Soal tudingan tidak memihak usaha kecil, ia membantahnya. Justru dirinya sangat peduli, bahkan tiap kali berkunjung ke desa – desa, selalu memompa semangat warga untuk berwirausaha. Disinggung diskriminasi menyusul ada kafe karaoke liar belum disegel, Bupati menyatakan saat ini masih menunggu revisi Peraturan Bupati (Perbup). Menurutnya pasti ditertibkan.(MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *