Flash News
No posts found

Kab. Rembang Kekurangan Dokter, DKK Beberkan Angkanya

Seorang dokter spesialis di rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang merawat pasien. Wacana dokter spesialis di Puskesmas sulit diterapkan.

Seorang dokter spesialis di rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang merawat pasien. Wacana dokter spesialis di Puskesmas sulit diterapkan.

Rembang – Kab. Rembang masih kekurangan dokter umum maupun dokter spesialis.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menjelaskan pihaknya sempat menggulirkan gagasan di setiap Puskesmas, memiliki dokter spesialis. Namun tampaknya secara tekhnis akan kesulitan. Sedangkan penambahan dokter umum masih memungkinkan, apalagi setelah Puskesmas berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), diharapkan lebih leluasa mengatur rumah tangganya sendiri.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofi’i membeberkan jumlah dokter di daerahnya sebanyak 43 orang, termasuk yang menyebar di 16 Puskesmas.

Idealnya, 1 dokter melayani maksimal 5 ribu orang penduduk. Kalau ingin memenuhi target itu dengan menyesuaikan jumlah penduduk di Kab. Rembang, masih perlu tambahan 60 – 70 orang dokter lagi. Artinya, kurang cukup banyak dan secara bertahap Pemkab akan terus menambah, melalui berbagai jalur perekrutan.

Khusus dokter spesialis di Puskesmas, hal itu bukanlah mendesak. Kementerian Kesehatan ingin mengoptimalkan Puskesmas sebagai pelayanan kesehatan tingkat pertama. Meski Puskesmas diisi dokter umum, namun kapasitas keilmuannya akan ditingkatkan. Kecuali menghadapi penyakit – penyakit yang tidak bisa diatasi oleh Puskesmas, barulah pasien dirujuk ke rumah sakit, agar mendapatkan penanganan dokter spesialis.

Sementara itu, Ketua Komisi D DPRD Rembang, Henri Purwoko mengaku beberapa kali sempat mendengar dokter spesialis enggan masuk ke Kab. Rembang, karena sebagian menganggap kurang menjanjikan. Tapi seiring dengan perkembangan daerah, Kab. Rembang menurutnya justru peluang besar bagi dokter spesialis. Lebih – lebih di tengah minimnya tenaga spesialis. Contohnya, dokter spesialis kandungan, sementara dari dua lokasi yang buka praktek, pasien selalu membludak.

Jika kelak memang sangat diperlukan, bisa saja daerah menguliahkan lagi dokter umum berprestasi hingga mengantongi gelar spesialis. Yang penting memiliki ikatan kerja dengan Pemkab Rembang, dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *