Flash News
No posts found

Ingin Dapat SIM Gratis, Ini Syaratnya

Warga mengambil SIM di loket pelayanan. Satlantas Polres Rembang akan menggratiskan SIM bagi warga dengan tanggal kelahiran 17 Agustus.

Warga mengambil SIM di loket pelayanan. Satlantas Polres Rembang akan menggratiskan SIM bagi warga dengan tanggal kelahiran 17 Agustus.

Rembang – Satuan Lalu Lintas Polres Rembang menggratiskan biaya pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) bagi warga Kab. Rembang yang kebetulan mempunyai tanggal lahir pada 17 Agustus, tepat dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Kaur Bin Ops Satlantas, Iptu Rohmat, Minggu pagi (14 Agustus 2016) menyampaikan pemohon SIM minimal sudah berusia 17 tahun, dibuktikan dengan KTP atau Kartu Keluarga. Pihaknya mempersilahkan kepada warga Kab. Rembang yang tanggal lahirnya 17 Agustus, segera memanfaatkan kesempatan tersebut, demi mengantongi SIM gratis. Namun prosedur pengurusan tetap harus dilewati, seperti melampirkan surat keterangan sehat dan mengikuti ujian.

Iptu Rohmat menambahkan biaya mengurus SIM sepenuhnya ditangung oleh Satlantas. Jadi pemohon tidak perlu membayar setoran ke bank.
Langkah itu untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke 71, sekaligus menyosialisasikan arti penting SIM, sebagai kelengkapan wajib pengguna kendaraan bermotor.

Sementara itu Sukardi, warga desa Pamotan Kec. Pamotan menganggap penggratisan SIM bagi pemilik tanggal kelahiran 17 Agustus menjadi semacam daya tarik, lantaran kesadaran masyarakat untuk mengurus SIM tergolong masih rendah, terutama di pelosok pedesaan.

Ia juga berharap ada semacam kelonggaran khusus bagi siswa yang sudah memasuki jenjang sekolah SMA sederajat, agar dapat mengurus SIM lebih cepat.

Biasanya saat menginjak kelas X, rata – rata usia pelajar belum genap 17 tahun. Padahal mereka sudah mengendarai sepeda motor, saat berangkat maupun pulang sekolah. Satu sisi ingin lekas mengurus SIM, tapi disisi lain belum memenuhi syarat kecukupan umur. Tak heran, tiap ada giat operasi di jalan raya, banyak pelajar terjaring. Kondisi semacam itu menyulitkan, apalagi bagi yang rumahnya jauh dari pusat perkotaan. Selama sudah mampu mengendarai motor dengan baik dan lulus ujian SIM, baginya anak kelas X SMA layak dibuatkan SIM secara massal. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *